digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pembangunan infrastruktur jalan tol di menjadi salah satu program yang berjalan masif sepanjang satu dekade terakhir. Menurut data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, panjang jalan tol yang telah beroperasi pada rentang periode tahun 2014 hingga 2024 sejumlah 2.103 km. Dalam pembangunan jalan tol, struktur jembatan merupakan bagian penting dalam memberikan akses mobilisasi di tengah kondisi topografi di Indonesia yang beragam. Tipe jembatan yang umum ditemui dalam pembangunan jalan tol di Indonesia adalah jembatan girder. Pada jembatan yang telah terbangun sewajarnya akan mengalami deteriorasi atau penurunan mutu sepanjang umur layannya. Untuk menjamin kualitas layan jembatan diperlukan tindakan pemeliharaan kesehatan struktur jembatan selama umur rencana. Salah satu bentuk pemantauan kesehatan struktur jembatan adalah dengan Structure Health Monitoring Sistem (SHMS). Dalam SHMS mencakup pemeriksaan lapangan, pengambilan data dengan sistem sensor, dan pengembangan eksperimental. Sebagai data pendukung awal dapat dilakukan suatu pemodelan terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi pada suatu struktur jembatan pada beberapa variasi pembebanan dan overloading. Dengan pemodelan awal yang dilakukan diharapkan dapat menjadi bank data yang mendukung data yang dihasilkan sistem sensor yang terpasang pada jembatan. Dalam penelitian ini digunakan software MIDAS CIVIL 2022 untuk pemodelan Finite Element Analysis (FEA). Perilaku struktur yang ditinjau pada pemodelan FEA adalah periode struktur, frekuensi struktur, dan deformasi akibat variasi pembebanan dan overloading. Objek jembatan yang ditinjau pada penelitian ini adalah jembatan tipe PCU girder.