Pembangunan infrastruktur jalan tol di menjadi salah satu program yang berjalan
masif sepanjang satu dekade terakhir. Menurut data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)
Kementerian PUPR, panjang jalan tol yang telah beroperasi pada rentang periode
tahun 2014 hingga 2024 sejumlah 2.103 km. Dalam pembangunan jalan tol, struktur
jembatan merupakan bagian penting dalam memberikan akses mobilisasi di tengah
kondisi topografi di Indonesia yang beragam. Tipe jembatan yang umum ditemui
dalam pembangunan jalan tol di Indonesia adalah jembatan girder. Pada jembatan
yang telah terbangun sewajarnya akan mengalami deteriorasi atau penurunan mutu
sepanjang umur layannya. Untuk menjamin kualitas layan jembatan diperlukan
tindakan pemeliharaan kesehatan struktur jembatan selama umur rencana. Salah satu
bentuk pemantauan kesehatan struktur jembatan adalah dengan Structure Health
Monitoring Sistem (SHMS). Dalam SHMS mencakup pemeriksaan lapangan,
pengambilan data dengan sistem sensor, dan pengembangan eksperimental. Sebagai
data pendukung awal dapat dilakukan suatu pemodelan terhadap berbagai
kemungkinan yang terjadi pada suatu struktur jembatan pada beberapa variasi
pembebanan dan overloading. Dengan pemodelan awal yang dilakukan diharapkan
dapat menjadi bank data yang mendukung data yang dihasilkan sistem sensor yang
terpasang pada jembatan. Dalam penelitian ini digunakan software MIDAS CIVIL
2022 untuk pemodelan Finite Element Analysis (FEA). Perilaku struktur yang
ditinjau pada pemodelan FEA adalah periode struktur, frekuensi struktur, dan
deformasi akibat variasi pembebanan dan overloading. Objek jembatan yang ditinjau
pada penelitian ini adalah jembatan tipe PCU girder.
Perpustakaan Digital ITB