Sektor minyak dan gas bumi merupakan sektor yang sensitif terhadap informasi domestik
dan global, seperti kebijakan energi, harga minyak dunia, nilai tukar, serta kondisi
geopolitik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi saham sektor migas di
pasar modal Indonesia terhadap peristiwa domestik dan global terkait energi menggunakan
metode event study dan intervention time series. Analisis dilakukan pada sepuluh
saham sektor migas yang terdaftar serta aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Metode event study digunakan untuk menguji reaksi pasar terhadap kenaikan harga BBM
subsidi tahun 2022 melalui indikator abnormal return (AR), trading volume activity
(TVA), dan security return variability (SRV). Selanjutnya, metode intervention time
series digunakan untuk menganalisis pengaruh beberapa peristiwa energi terhadap AR
saham sektor migas menggunakan model ARMA–GARCH dengan variabel intervensi
pulse dan step. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi saham sektor migas tidak
seragam antara agregat sektor dan individual emiten. Hasil event study menunjukkan
adanya pola reaksi pasar melalui AR, TVA, dan SRV, meskipun tidak seluruh perubahan
signifikan secara statistik. Sementara itu, hasil analisis intervensi dengan model utama
ARMA(0,0)–GARCH(1,1) menunjukkan bahwa Perang Rusia–Ukraina, kenaikan harga
BBM subsidi, dan Kepmen ESDM 91/2023 terkait HGBT berpengaruh signifikan terhadap
AR agregat sektor. Pengaruh tersebut muncul dalam bentuk pulse sehingga respons
pasar lebih mencerminkan reaksi sesaat pada event date bukan perubahan rata-rata AR
yang berkelanjutan. Pada tingkat individual, respons saham bersifat heterogen dan
bergantung pada karakteristik masing-masing emiten. Dengan demikian, kedua metode
memberikan gambaran yang saling melengkapi mengenai reaksi pasar modal terhadap
peristiwa energi.
Perpustakaan Digital ITB