Fenomena El Niño 2023–2024 merupakan salah satu kejadian ENSO kuat yang
berpotensi memengaruhi kondisi oseanografi perairan Indonesia, termasuk Laut
Sulawesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik profil vertikal
temperatur dan salinitas Laut Sulawesi secara spasial selama periode El Niño
2023–2024. Data yang digunakan berupa data temperatur (thetao) dan salinitas
(so) harian dari Copernicus Marine Service (CMEMS) periode Januari 2023
hingga Desember 2024 serta Oceanic Niño Index (ONI) dari National Oceanic
and Atmospheric Administration (NOAA). Analisis dilakukan melalui peta
distribusi spasial, peta selisih, deret waktu, profil vertikal hingga kedalaman 1500
m, serta analisis mixed layer depth (MLD), termoklin, dan deep layer. Hasil
penelitian menunjukkan adanya stratifikasi vertikal yang jelas pada kolom
perairan Laut Sulawesi. Data rata-rata bulanan periode dua tahunan menunjukkan
temperatur permukaan sebesar 29,88 °C (27,99–30,93 °C) dan salinitas 33,22 psu
(31,41–34,32 psu). Lapisan termoklin memiliki rata-rata 27,75 °C (25,02
29,10 °C) dengan salinitas 34,31 psu, sedangkan kedalaman 155, 85 m memiliki
temperatur lebih rendah sebesar 17,90-20,60 °C dengan puncak salinitas tertinggi
34,68 psu (34,37–35,09 psu). Kedalaman 318, 13 m cenderung homogen pada
rata-rata temperatur 10,19 °C dan salinitas 34,35 psu. Pada bulan November 2023,
temperatur rata-rata meningkat hingga 30,38 °C (29,26–31,32 °C) dan salinitas
33,26 psu, yang diikuti penurunan temperatur di kedalaman 55, 76 m (27,16 °C),
155, 85 m (16,57 °C), dan 318, 13 m (9,82 °C).
Perpustakaan Digital ITB