digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Febrianti Rahayu
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Estimasi curah hujan berbasis radar cuaca berperan penting dalam pemantauan presipitasi dengan resolusi spasial dan temporal yang tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara operasional menggunakan Surface Rainfall Intensity (SRI), yaitu produk radar yang memberikan estimasi curah hujan permukaan berdasarkan reflektivitas radar. Namun, reflektivitas radar bervariasi terhadap ketinggian, sehingga reflektivitas yang teramati pada lapisan atmosfer tertentu tidak selalu merepresentasikan curah hujan yang mencapai permukaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode penentuan ketinggian reflektivitas representatif yang digunakan sebagai parameter ketinggian dalam estimasi curah hujan SRI Rainbow berdasarkan analisis Profil Vertikal Reflektivitas (VPR). Penelitian ini menggunakan data radar cuaca C-band dual-polarisasi dari BMKG Semarang dan data observasi curah hujan permukaan dari Automatic Weather Station (AWS) serta Automatic Rain Gauge (ARG) selama Desember 2024 hingga Februari 2025 di empat lokasi, yaitu ARG Rekayasa Staklim Jawa Tengah, AWS Digi Stamet Semarang, AWS Undip, dan ARG Kayen. Profil vertikal reflektivitas diekstraksi dari data pemindaian volume radar dengan interval 10 menit dan dianalisis menggunakan probabilitas reflektivitas positif (dBZ > 0) serta regresi kuantil yang dievaluasi dengan pinball loss. Ketinggian representatif ditentukan melalui pendekatan sum rank berdasarkan ranking probabilitas reflektivitas positif dan ranking pinball loss pada semua ketinggian reflektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian representatif terhadap curah hujan permukaan berbeda pada setiap lokasi penelitian, yaitu 0,11 km untuk ARG Rekayasa Staklim Jawa Tengah, 0,20 km untuk AWS Digi Stamet Semarang, 0,09, 0,26, dan 0,42 km untuk AWS Undip, dan 1,81 dan 2,90 km untuk ARG Kayen. Evaluasi menggunakan perhitungan produk Surface Rainfall Intensity (SRI) menunjukkan bahwa penggunaan ketinggian representatif umumnya meningkatkan kesesuaian antara estimasi curah hujan radar dan curah hujan observasi dibandingkan dengan ketinggian default (1 km) pada sebagian besar stasiun. Hasil ini menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan berpotensi meningkatkan estimasi curah hujan berbasis radar, meskipun masih memerlukan pengembangan untuk stasiun yang berjarak lebih jauh dari radar.