Estimasi curah hujan berbasis radar cuaca berperan penting dalam pemantauan
presipitasi dengan resolusi spasial dan temporal yang tinggi. Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara operasional menggunakan Surface
Rainfall Intensity (SRI), yaitu produk radar yang memberikan estimasi curah hujan
permukaan berdasarkan reflektivitas radar. Namun, reflektivitas radar bervariasi
terhadap ketinggian, sehingga reflektivitas yang teramati pada lapisan atmosfer
tertentu tidak selalu merepresentasikan curah hujan yang mencapai permukaan.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode penentuan
ketinggian reflektivitas representatif yang digunakan sebagai parameter ketinggian
dalam estimasi curah hujan SRI Rainbow berdasarkan analisis Profil Vertikal
Reflektivitas (VPR).
Penelitian ini menggunakan data radar cuaca C-band dual-polarisasi dari BMKG
Semarang dan data observasi curah hujan permukaan dari Automatic Weather
Station (AWS) serta Automatic Rain Gauge (ARG) selama Desember 2024 hingga
Februari 2025 di empat lokasi, yaitu ARG Rekayasa Staklim Jawa Tengah, AWS
Digi Stamet Semarang, AWS Undip, dan ARG Kayen. Profil vertikal reflektivitas
diekstraksi dari data pemindaian volume radar dengan interval 10 menit dan
dianalisis menggunakan probabilitas reflektivitas positif (dBZ > 0) serta regresi
kuantil yang dievaluasi dengan pinball loss. Ketinggian representatif ditentukan
melalui pendekatan sum rank berdasarkan ranking probabilitas reflektivitas positif
dan ranking pinball loss pada semua ketinggian reflektivitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian representatif terhadap curah hujan
permukaan berbeda pada setiap lokasi penelitian, yaitu 0,11 km untuk ARG
Rekayasa Staklim Jawa Tengah, 0,20 km untuk AWS Digi Stamet Semarang, 0,09,
0,26, dan 0,42 km untuk AWS Undip, dan 1,81 dan 2,90 km untuk ARG Kayen.
Evaluasi menggunakan perhitungan produk Surface Rainfall Intensity (SRI)
menunjukkan bahwa penggunaan ketinggian representatif umumnya meningkatkan
kesesuaian antara estimasi curah hujan radar dan curah hujan observasi
dibandingkan dengan ketinggian default (1 km) pada sebagian besar stasiun. Hasil
ini menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan berpotensi meningkatkan
estimasi curah hujan berbasis radar, meskipun masih memerlukan pengembangan
untuk stasiun yang berjarak lebih jauh dari radar.
Perpustakaan Digital ITB