ABSTRAK Jonathan Lijaya
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Pergerakan harga saham memiliki volatilitas tinggi dan pola non-linear yang
kompleks, menjadikan sebuah tantangan besar dalam pemodelan deret waktu.
Model deep learning klasik seperti Long Short-Term Memory (LSTM) umum
digunakan, namun rentan mengalami over-parameterization saat menghadapi
dinamika fluktuasi pasar yang ekstrem. Penelitian ini bertujuan membandingkan
performa prediksi model Quantum Neural Network (QNN) terhadap model LSTM
klasik menggunakan evaluasi berbasis hyperparameter tuning dan analisis metrik
kuantitatif. Pemodelan ini dilatih menggunakan data historis harian saham BBCA,
GGRM, dan EXCL dengan pembagian periode 2018-2023 sebagai data training
dan periode 2024 sebagai data testing. Hasil pengujian menunjukkan QNN
mengungguli LSTM pada saham BBCA (uptrend) dengan MAPE 1,0469%, RMSE
131,9511, dan R
2 0,8906, serta EXCL (sideways) dengan MAPE 1,3780%, RMSE
45,2262, dan R
2 0,7995. Pada saham GGRM (downtrend), meskipun LSTM
mencatat MAPE sedikit lebih rendah (0,9984% berbanding 1,0093%), QNN
terbukti lebih stabil dengan RMSE yang lebih kecil (251,5257 berbanding
251,7988). Secara arsitektural, QNN beroperasi lebih efisien karena mencapai hasil
optimal hanya dengan kedalaman 1 layer sirkuit dan lookback window 1. Penelitian
ini menegaskan bahwa arsitektur QNN menghasilkan akurasi, efisiensi komputasi,
dan kapabilitas generalisasi pola non-linear yang lebih tangguh dibandingkan
model memori klasik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan
Quantum Machine Learning sebagai solusi alternatif pemodelan time-series
finansial yang lebih presisi dan stabil terhadap dinamika pasar yang ekstrem.
Perpustakaan Digital ITB