COVER Siti Nur Yulianti
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Siti Nur Yulianti
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Siti Nur Yulianti
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Siti Nur Yulianti
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Siti Nur Yulianti
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Siti Nur Yulianti
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Siti Nur Yulianti
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Sawi pagoda (Brassica rapa subsp. narinosa) merupakan sayuran daun
bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi dibudidayakan secara hidroponik
menggunakan sistem rakit apung atau deep water culture (DWC). Namun,
keberhasilan sistem DWC sangat bergantung pada ketersediaan oksigen terlarut
dalam larutan nutrisi. Aplikasi ultrafine bubble (UFB) berpotensi meningkatkan
pertumbuhan tanaman melalui peningkatan oksigen terlarut serta pembentukan
reactive oxygen species (ROS) pada konsentrasi rendah yang berperan sebagai
molekul pensinyalan. Meskipun demikian, pengaruh variasi intensitas UFB
berbasis pass number terhadap pertumbuhan sawi pagoda pada sistem DWC masih
belum banyak dikaji. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh variasi intensitas ultrafine bubble terhadap pertumbuhan, akumulasi
biomassa, dan karakteristik morfologi, menentukan model matematis yang paling
sesuai untuk mendeskripsikan pertumbuhan sawi pagoda, serta menentukan variasi
intensitas ultrafine bubble yang menghasilkan respons pertumbuhan terbaik di
lingkungan terkendali. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol
aerasi gelembung makro selama 24 jam (P0), serta aplikasi FB dengan ultrafine
bubble intensitas rendah (P1), ultrafine bubble intensitas moderat (P2), dan
ultrafine bubble intensitas tinggi (P3). Pembentukan FB dilakukan dengan
generator berbasis venturi dan memiliki laju aliran rata-rata sebesar 256,41 L/jam.
Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan jumlah daun, biomassa segar,
biomassa kering, dan karakteristik morfologi. Data dianalisis menggunakan uji
parametrik maupun nonparametrik sesuai hasil uji asumsi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa aplikasi ultrafine bubble (UFB) berpengaruh nyata terhadap
pertumbuhan, akumulasi biomassa, dan karakteristik morfologi tanaman sawi
pagoda. Respons tanaman meningkat hingga P2, kemudian menurun pada P3
menunjukkan adanya respons yang bergantung pada intensitas aplikasi ultrafine
bubble (dose-dependent response). Evaluasi model pertumbuhan menunjukkan
bahwa model logistik memiliki goodness of fit terbaik pada sebagian besar
perlakuan dibandingkan model eksponensial dan Gompertz. Dapat disimpulkan
bahwa P1 (intensitas rendah) merupakan intensitas ultrafine bubble dengan respons
pertumbuhan terbaik di lingkungan terkendali dengan durasi aerasi yang jauh lebih
efisien yaitu sebesar 11 menit 40 detik.
Perpustakaan Digital ITB