digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - KEYLA NADINE RESPATIS
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kereta Khusus Wanita (KKW) di KRL Commuter Line Jabodetabek disediakan sebagai upaya meningkatkan keamanan perempuan, terutama dalam mengurangi risiko pelecehan. Namun, KKW tidak selalu menjadi pilihan utama bagi perempuan akibat tingginya volume penumpang dan potensi konflik sosial antarpenumpang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor pembentuk persepsi kualitas layanan KKW dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihannya. Data diperoleh melalui survei dan dianalisis menggunakan analisis faktor eksploratori (EFA) serta regresi logistik biner. Penelitian ini mengungkapkan bahwa persepsi kenyamanan sosial dan ketertiban, usia, interaksi pengalaman pelecehan dengan frekuensi penggunaan KRL, dan persepsi kualitas layanan petugas serta keamanan meningkatkan peluang pemilihan KKW. Sebaliknya, pengalaman pelecehan dan konflik sosial, persepsi kualitas layanan petugas dan keamanan, persepsi aksesibilitas bagi penumpang rentan, atribut perjalanan (waktu tunggu, jumlah penumpang, jarak berjalan kaki) serta durasi perjalanan menurunkan kecenderungan pemilihannya. Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan sejumlah perbaikan operasional untuk meningkatkan efektivitas layanan KKW dalam mendukung kebutuhan mobilitas perempuan.