digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhammad Azka Budiman
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Muhammad Azka Budiman
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Muhammad Azka Budiman
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Muhammad Azka Budiman
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Muhammad Azka Budiman
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Muhammad Azka Budiman
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Muhammad Azka Budiman
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Muhammad Azka Budiman
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Perhitungan dosis yang akurat merupakan salah satu aspek penting dalam radioterapi untuk memastikan dosis yang diterima target sesuai dengan dosis yang direncanakan serta meminimalkan paparan pada jaringan sehat di sekitarnya. Pada kasus penyinaran daerah paru, keberadaan jaringan paru yang memiliki densitas lebih rendah dibandingkan jaringan lunak menyebabkan terjadinya inhomogenitas yang dapat memengaruhi distribusi dosis radiasi. Oleh karena itu, diperlukan metode koreksi inhomogenitas yang mampu memperhitungkan pengaruh perbedaan densitas medium terhadap distribusi dosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa beberapa metode koreksi inhomogenitas, yaitu Equivalent Path Length (EPL), Batho berbasis Tissue-Air Ratio (TAR), Batho berbasis Tissue- Maximum Ratio (TMR), dan Equivalent Tissue-Air Ratio (ETAR), pada medium tidak homogen yang merepresentasikan jaringan paru. Perhitungan dilakukan pada fantom berlapis air–paru–air dengan variasi ketebalan lapisan paru dan ukuran lapangan penyinaran. Distribusi dosis dihitung menggunakan data dosimetri yang diperoleh dari parameter radioterapi yang relevan, kemudian dievaluasi berdasarkan perbedaan hasil yang dihasilkan oleh masing-masing metode koreksi.