Resistansi terhadap antibiotik menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang terus meningkat, salah
satunya dipicu oleh penggunaan antibiotik yang tidak tepat di rumah tangga, sementara kajian
pengetahuan, sikap, dan praktik yang komprehensif dan mencakup wilayah Indonesia masih
terbatas. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat
Indonesia terkait penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan antibiotik di rumah tangga,
mengidentifikasi faktor sosiodemografi terkait,serta menganalisis korelasi antar domain. Penelitian
observasional potong lintang ini melibatkan 617 responden berusia 15-64 tahun dari seluruh
wilayah regional Indonesia dengan metode purposive sampling melalui kuesioner daring tervalidasi
yang disebarkan pada Maret-Mei 2026, dengan data dianalisis secara deskriptif dan statistik. Hasil
menunjukkan tingkat pengetahuan sebagian besar cukup (49,92%), kurang (36,14%) dan baik
(13,94%); sikap sebagian besar cukup (51,38%) baik (38,41%), dan kurang (10,21%); dan praktik
mayoritas baik (64,51%), cukup (32,63%), dan kurang (2,75%). Pengetahuan berhubungan
signifikan dengan penghasilan; sikap dengan usia, pekerjaan, dan domisili; serta praktik dengan
usia, pekerjaan, dan penghasilan (p<0,05). Ketiga domain berkorelasi positif, terkuat antara sikap
dan praktik (?=0,652; p<0,001), korelasi pengetahuan-sikap (?=0,545; p<0,001), dan praktikpengetahuan (?=0,442; p<0,001).
Perpustakaan Digital ITB