Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum di Indonesia maupun di dunia.
Penanganan hipertensi umumnya berfokus pada terapi farmakologis yang memerlukan pengobatan
jangka panjang, kepatuhan minum obat, pengendalian faktor risiko, serta perubahan gaya hidup.
Namun, pada praktiknya banyak pasien juga menggunakan terapi tradisional komplementer sebagai
terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis
terapi tradisional komplementer yang digunakan serta menganalisis pengetahuan, praktik,
pengalaman, dan hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan pasien
hipertensi terhadap penggunaan terapi tradisional komplementer di UPT Puskesmas Tamblong Kota
Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan melibatkan 191 pasien
hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif dan
bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 94 responden
(49,21%) menggunakan terapi tradisional komplementer bersamaan dengan obat antihipertensi.
Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik (67,02%). Terapi yang paling
banyak digunakan adalah terapi herbal (97,87%), terutama timun (46,81%), daun salam (41,49%), dan
labu siam (27,66%). Seluruh pengguna terapi tradisional komplementer menyatakan bahwa terapi
tersebut mudah diakses di lingkungan sekitar, sedangkan media sosial menjadi sumber informasi
utama (79,79%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya lama menggunakan terapi
tradisional komplementer yang berhubungan secara bermakna dengan tingkat pengetahuan
(p=0,001). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan terapi tradisional
komplementer pada pasien hipertensi di UPT Puskesmas Tamblong masih cukup tinggi dan umumnya
digunakan sebagai terapi pendamping pengobatan antihipertensi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi
yang berkelanjutan agar penggunaan terapi tradisional komplementer dilakukan secara aman, tepat,
rasional, dan tetap berbasis bukti ilmiah.
Perpustakaan Digital ITB