ABSTRAK_Joel Hidajat [13322032]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab II
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab III
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Sektor bangunan merupakan salah satu penyumbang terbesar konsumsi energi dan emisi karbon, terutama akibat beban pendinginan pada iklim tropis. Salah satu strategi pasif untuk menekan beban tersebut adalah pelapisan cat reflektif surya pada selubung bangunan, termasuk pada bangunan dengan konstruksi modular di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui sekaligus mengevaluasi dampak variabel desain yang paling berpengaruh terhadap kinerja bangunan modular berbahan baja ringan. Kinerja bangunan ditinjau melalui empat parameter, yaitu perolehan kalor surya, persentase waktu kenyamanan termal netral atau PCT netral, spatial Daylight Autonomy atau sDA, dan Annual Sunlight Exposure atau ASE. Simulasi dilakukan secara parametrik menggunakan Rhinoceros dan Grasshopper dengan bantuan Ladybug dan Honeybee pada empat model rumah modular dan tiga lokasi iklim, yaitu Padalarang, Lhokseumawe, dan Pangandaran. Sebanyak 400 sampel kombinasi desain dibangkitkan untuk setiap lokasi dengan metode Latin Hypercube Sampling terhadap 25 variabel desain, dan model bangunan divalidasi menggunakan nilai NRMSE sebelum dianalisis. Analisis sensitivitas dilakukan menggunakan Standardized Regression Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Window-to-Wall Ratio (WWR) merupakan variabel paling dominan terhadap perolehan kalor surya, sDA, dan ASE, sedangkan infiltrasi menjadi faktor utama pada kenyamanan termal. Temuan ini menegaskan perlunya panduan desain pasif yang spesifik terhadap iklim serta penerapan optimisasi multiobjektif pada tahap perancangan.
Perpustakaan Digital ITB