digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Albin Muhammad Fawaz
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Albin Muhammad Fawaz
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Albin Muhammad Fawaz
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Albin Muhammad Fawaz
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Albin Muhammad Fawaz
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Albin Muhammad Fawaz
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Endapan nikel laterit memiliki sebaran kadar heterogen sehingga estimasi sumber daya perlu mempertimbangkan ukuran Selective Mining Unit (SMU). Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi ukuran SMU terhadap kadar rata-rata dan tonase recoverable resources pada domain limonit dan saprolit di PT XYZ. Data penelitian meliputi collar, assay, dan topografi. Pengolahan mencakup validasi, analisis statistik, capping, pemodelan geologi, unfolding, variografi, serta estimasi Ordinary Kriging pada parent block model 25 m × 25 m × 1 m. Hasil estimasi diproses menggunakan Gaussian Anamorphosis, Uniform Conditioning, dan Localized Uniform Conditioning. Analisis membandingkan ukuran SMU 25 m × 25 m, 12,5 m × 12,5 m, 6,25 m × 6,25 m, dan 5 m × 5 m dengan ketebalan 1 m melalui grade-tonnage curve pada berbagai cut-off grade. Pengecilan SMU meningkatkan selektivitas dan kadar rata-rata hingga 2,70% pada limonit dan 4,86% pada saprolit. Pada cut-off grade di bawah kadar rata-rata, SMU yang lebih kecil menghasilkan tonase lebih rendah, sedangkan pada cut-off grade di atas kadar rata-rata menghasilkan tonase lebih tinggi. Kenaikan tonase tertinggi mencapai 8,00% pada limonit dan 90,93% pada saprolit. Ukuran SMU berpengaruh terhadap estimasi recoverable resources dan perlu ditentukan dengan mempertimbangkan selektivitas serta kondisi operasional penambangan.