ABSTRAK Fauzan Akbar Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Fauzan Akbar Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Fauzan Akbar Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Fauzan Akbar Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Fauzan Akbar Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Fauzan Akbar Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Fauzan Akbar Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Fauzan Akbar Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Kestabilan lubang bor menentukan keamanan dan efisiensi operasi pengeboran,
sehingga kegagalannya dapat menimbulkan kerugian finansial. Pada sumur
berarah, orientasi sumbu lubang terhadap arah tegangan in situ memengaruhi
distribusi tegangan pada dinding lubang. Sumur 15/9 F-11 T2 di Lapangan Volve,
Laut Utara, memiliki inklinasi mencapai 78,92 derajat pada Formasi Tor (2692,1 m
TVD) dan 36,96 derajat pada Formasi Draupne (3016,7 m TVD). Penelitian ini
mengevaluasi pengaruh kemiringan lintasan terhadap distribusi tegangan dan
kestabilan lubang bor dengan membandingkan geometri sumur tegak dan lintasan
aktual. Parameter geomekanika diperoleh dari data log, kemudian tensor tegangan
ditransformasikan ke sistem koordinat lubang untuk menentukan tegangan pada
dinding lubang. Kestabilan dievaluasi menggunakan kriteria Mohr-Coulomb dan
tekanan runtuh. Hasil menunjukkan bahwa kemiringan lintasan meningkatkan
tegangan tangensial sebesar 15,1 MPa pada Formasi Tor dan 5,5 MPa pada Formasi
Draupne. Tekanan runtuh pada Formasi Tor meningkat dari 1 sg menjadi 1,1 sg dan
masih dapat ditahan oleh berat lumpur aktual sebesar 1,28 sg. Pada Formasi
Draupne, tekanan runtuh meningkat dari 1,57 sg menjadi 1,63 sg dan melebihi berat
lumpur aktual sebesar 1,32 sg. Hal ini menunjukkan bahwa berat lumpur pada
Formasi Tor dapat diturunkan dengan tetap mempertahankan kestabilan lubang bor,
sedangkan pada Formasi Draupne diperlukan peningkatan berat lumpur karena
perubahan inklinasi dan azimut tidak berpengaruh terhadap kriteria keruntuhan.
Perpustakaan Digital ITB