digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Hania Pracika Rosmansyah [17022034]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Ruang alternatif yang didirikan dan dikelola oleh seniman (artist-run gallery) berperan dalam menyelenggarakan pameran dan mengembangkan wacana seni rupa di Indonesia. Dalam pengelolaannya, artist-run gallery menghadapi berbagai tantangan, termasuk menyeimbangkan arah artistik dengan keberlanjutan ruang pamer. Kompleksitas persoalan semakin meningkat ketika hubungan keluarga turut terlibat dalam pengelolaan ruang pamer. Kondisi tersebut menimbulkan kebutuhan akan sistem pengelolaan yang mampu mendukung keberlanjutan ruang pamer sebagai organisasi seni, pengembangan program artistik, serta hubungan kerja yang harmonis antaranggota keluarga. Penelitian ini mengkaji Serambi Pirous yang didirikan dan dikembangkan oleh seniman A. D. Pirous serta kemudian melibatkan keluarga dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perkembangan Serambi Pirous, mengidentifikasi perubahan manajemen dan dampaknya terhadap pengelolaan organisasi, serta merancang struktur organisasi formal yang dapat memperjelas pembagian peran dan tanggung jawab pengelola guna mendukung keberlanjutan Serambi Pirous. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interdisiplin yang memadukan teori manajemen seni dan manajemen bisnis keluarga. Hasil analisis menunjukkan bahwa perpindahan tanggung jawab kepengurusan dari A. D. Pirous ke ketiga anak kandung dan menantunya menimbulkan perubahan organisasi berupa pergantian elemen struktur organisasi, sehingga berdampak pada pembaharuan elemen strategi dan leadership serta dinamika pengelolaan galeri dalam aspek kepengurusan (governance) dan tata kelola (management) Serambi Pirous. Rekomendasi struktur formal Serambi Pirous dirancang dengan memperjelas tanggung jawab dan pembagian peran, sekaligus menyeimbangkan tujuan keluarga dan bisnis.