Hania Pracika Rosmansyah [17022034]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Ruang alternatif yang didirikan dan dikelola oleh seniman (artist-run gallery)
berperan dalam menyelenggarakan pameran dan mengembangkan wacana seni
rupa di Indonesia. Dalam pengelolaannya, artist-run gallery menghadapi berbagai
tantangan, termasuk menyeimbangkan arah artistik dengan keberlanjutan ruang
pamer. Kompleksitas persoalan semakin meningkat ketika hubungan keluarga turut
terlibat dalam pengelolaan ruang pamer. Kondisi tersebut menimbulkan kebutuhan
akan sistem pengelolaan yang mampu mendukung keberlanjutan ruang pamer
sebagai organisasi seni, pengembangan program artistik, serta hubungan kerja yang
harmonis antaranggota keluarga. Penelitian ini mengkaji Serambi Pirous yang
didirikan dan dikembangkan oleh seniman A. D. Pirous serta kemudian melibatkan
keluarga dalam pengelolaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami perkembangan Serambi Pirous,
mengidentifikasi perubahan manajemen dan dampaknya terhadap pengelolaan
organisasi, serta merancang struktur organisasi formal yang dapat memperjelas
pembagian peran dan tanggung jawab pengelola guna mendukung keberlanjutan
Serambi Pirous. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interdisiplin
yang memadukan teori manajemen seni dan manajemen bisnis keluarga.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perpindahan tanggung jawab kepengurusan dari
A. D. Pirous ke ketiga anak kandung dan menantunya menimbulkan perubahan
organisasi berupa pergantian elemen struktur organisasi, sehingga berdampak pada
pembaharuan elemen strategi dan leadership serta dinamika pengelolaan galeri
dalam aspek kepengurusan (governance) dan tata kelola (management) Serambi
Pirous. Rekomendasi struktur formal Serambi Pirous dirancang dengan
memperjelas tanggung jawab dan pembagian peran, sekaligus menyeimbangkan
tujuan keluarga dan bisnis.
Perpustakaan Digital ITB