Pengukuran kecepatan aliran dalam sistem perpipaan merupakan hal yang penting untuk memastikan operasi di industri aman dan efisien. Banyak alat ukur aliran yang tersedia. Namun, tidak semua alat ukur cocok jika digunakan pada sistem perpipaan dengan dimensi yang besar karena memerlukan biaya konstruksi dan perawatan yang besar. Alat ukur yang cocok adalah pitot tube karena konstruksinya lebih sederhana. Namun, pitot tube kurang efisien jika digunakan untuk mencari kecepatan rata-rata dari penampang pipa karena pitot tube melakukan pengukuran di satu titik saja. Oleh karena itu, pitot tube perlu dipindahkan ke beberapa titik pengukuran untuk mendapatkan kecepatan rata-rata dari penampang pipa. Permasalahan tersebut dapat diatasi menggunakan multiport pitot tube yang mampu memperoleh informasi tekanan dari beberapa titik pengukuran dalam satu kali proses pengukuran, sehingga kecepatan rata-ratanya pun dapat diketahui. Namun, pengaruh geometri khususnya jumlah port terhadap flow coefficient masih belum dikaji.
Penelitian dilakukan dengan simulasi Computational Fluid Dynamics menggunakan ANSYS Fluent. Model CFD divalidasi menggunakan pitot tube terlebih dahulu. Kemudian, model multiport pitot tube dibuat dalam tiga variasi jumlah static pressure port, yaitu 5, 7, dan 9. Semua model disimulasikan dengan pengaturan yang sama. Flow coefficient didapatkan dari perbandingan laju aliran massa aktual dengan laju aliran massa terukur.
Validasi model numerik menghasilkan galat sebesar 0,3%, sehingga model numerik dinilai mampu merepresentasikan kondisi aliran dengan baik. Nilai flow coefficient yang diperoleh berturut-turut adalah 0,6730; 0,6697; dan 0,6687 untuk multiport pitot tube dengan 5, 7, dan 9 port. Deviasi flow coefficient multiport pitot tube 5 port dan multiport pitot tube 7 port terhadap multiport pitot tube 9 port sebesar 0,64% dan 0,15%, sehingga menunjukkan bahwa penambahan jumlah static pressure port memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap nilai flow coefficient. Perbandingan hasil pengukuran antara multiport pitot tube dengan pitot tube menghasilkan galat sebesar 1,2%, yang mengindikasikan bahwa multiport pitot tube berpotensi menjadi alternatif pengukuran aliran yang lebih efisien dibandingkan pitot tube.
Perpustakaan Digital ITB