Kebutuhan energi yang terus meningkat mendorong pengembangan reservoir minyak non-konvensional melalui penerapan teknologi multistage hydraulic fracturing (MSF). Salah satu parameter yang paling penting adalah menuntukan jumlah fracture stage, karena memengaruhi efektivitas stimulasi, performa produksi, dan keekonomian pengembangan reservoir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah fracture stage terhadap performa produksi dan keekonomian sebagai dasar dalam penentuan desain MSF. Penelitian dilakukan menggunakan simulasi reservoir pada Formasi Wolfcamp A, Delaware Basin, New Mexico, dengan enam skenario, yaitu base case tanpa stimulasi serta konfigurasi 10, 20, 30, 35, dan 40 fracture stage. Performa teknis dievaluasi berdasarkan parameter laju produksi minyak (????????), produksi minyak kumulatif (????????), dan faktor perolehan (RF), estimated ultimate recovery (EUR), dan distribusi penurunan tekanan reservoir, sedangkan aspek keekonomian dievaluasi menggunakan indikator Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR).
Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan jumlah fracture stage secara umum meningkatkan performa produksi dibandingkan kondisi tanpa stimulasi. Nilai ???????? meningkat dari 0,658 MMSTB pada base case menjadi 2,393 MMSTB pada konfigurasi 35 stage, sedangkan RF meningkat dari 3.8% menjadi 13.9%. Analisis distribusi penurunan tekanan reservoir menunjukkan bahwa penambahan fracture stage meningkatkan konektivitas reservoir terhadap sumur melalui perluasan SRV. Namun, peningkatan tersebut menunjukkan kecenderungan diminishing return, di mana penambahan fracture stage di atas 35 stage tidak lagi menghasilkan peningkatan produksi yang sebanding. Konfigurasi 40 stage bahkan menunjukkan penurunan nilai ????????, RF, dan EUR dibandingkan konfigurasi 35 stage, yang diperkirakan berkaitan dengan meningkatnya potensi interferensi rekahan. Evaluasi keekonomian menunjukkan bahwa konfigurasi 35 stage menghasilkan NPV dan IRR tertinggi, masing-masing sebesar USD 50,6 juta dan 24%, sehingga dipilih sebagai dasar dalam penentuan desain MSF.
Perpustakaan Digital ITB