digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ahmad Kurnia
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Ahmad Kurnia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Ahmad Kurnia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Ahmad Kurnia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Ahmad Kurnia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Ahmad Kurnia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Ahmad Kurnia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Ahmad Kurnia
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Keterbatasan lahan pertanian, terutama di wilayah perkotaan, mendorong pengembangan sistem vertical farming yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan ruang, air, dan nutrisi. Keberhasilan sistem tersebut dipengaruhi oleh karakteristik media tanam dalam menahan air dan unsur hara serta menyediakan aerasi bagi akar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis media tanam terhadap kadar klorofil, kandungan vitamin C, dan neraca massa biomassa pakcoy (Brassica rapa subsp. chinensis) pada sistem vertical farming beririgasi tetes. Penelitian dilaksanakan di dalam screen house menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yang terdiri atas media tanah (P1), pasir Malang (P2), arang sekam (P3), dan cocopeat (P4). Setiap perlakuan terdiri atas enam ulangan dengan tiga tanaman pada setiap ulangan sehingga digunakan 72 tanaman. Larutan nutrisi AB Mix diberikan melalui sistem irigasi tetes. Kadar klorofil a, klorofil b, dan klorofil total dianalisis secara spektrofotometri menggunakan metode Wintermans dan De Mots. Vitamin C diuji secara kualitatif menggunakan iodin 10% dan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Biomassa dievaluasi berdasarkan bobot basah, bobot kering, perubahan bobot media, drainase, kehilangan air gabungan, serta estimasi penyerapan air oleh akar. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan ANOVA pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap klorofil a (p=0,002), klorofil b dan klorofil total (p=0,016), vitamin C (p<0,001), serta bobot basah pakcoy (p<0,001), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot kering (p=0,209). Media tanah menghasilkan bobot basah tertinggi sebesar 185,07±39,82 g per tanaman. Arang sekam menghasilkan klorofil a tertinggi sebesar 1,73±0,59 mg/L, klorofil b tertinggi sebesar 1,82±0,45 mg/L, klorofil total tertinggi sebesar 3,56±1,03 mg/L, dan vitamin C tertinggi sebesar 19,73±0,55 mg/100 g. Uji iodin menunjukkan bahwa seluruh perlakuan positif mengandung vitamin C. Dalam neraca massa, tanah menghasilkan bobot basah total panen tertinggi sebesar 3.331,20 g dan pertambahan biomassa kering tertinggi sebesar 40,99 g. Cocopeat menghasilkan drainase terendah sebesar 1,47 kg dan estimasi penyerapan air oleh akar tertinggi sebesar 67,01 kg atau 74,21% dari total cairan masuk, sedangkan pasir Malang menghasilkan drainase tertinggi dan estimasi penyerapan akar terendah. Dengan demikian, tidak terdapat satu media yang unggul pada seluruh parameter. Tanah lebih sesuai untuk meningkatkan biomassa segar, arang sekam lebih baik dalam mendukung mutu fisiologis dan kandungan vitamin C, sedangkan cocopeat memberikan keseimbangan yang baik antara retensi air, biomassa kering, dan pemanfaatan air oleh tanaman.