ABSTRAK Moch Andrian Akbar
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Moch Andrian Akbar
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Moch Andrian Akbar
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Moch Andrian Akbar
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Moch Andrian Akbar
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Moch Andrian Akbar
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Moch Andrian Akbar
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Moch Andrian Akbar
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Kanker paru-paru memiliki tingkat mortalitas yang tinggi, sehingga akurasi
perhitungan distribusi dosis dalam radioterapi toraks menjadi sangat penting,
terutama karena adanya inhomogenitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh inhomogenitas paru terhadap distribusi dosis berkas foton menggunakan
simulasi Monte Carlo PHITS. Simulasi dilakukan pada phantom kubus berukuran
30 × 30 × 30 cm3 dengan tiga model, yaitu phantom A homogen air, phantom B
inhomogen air-paru, dan phantom C inhomogen air-tulang-paru. Sumber radiasi
dimodelkan sebagai sumber titik arah divergen dengan berkas foton 6 MV dan 15
MV, field size 2 × 2 cm2
, 10 × 10 cm2
, dan 15 × 15 cm2
, serta jarak sumber ke
permukaan sebesar 90 cm. Pada field size 10 × 10 cm2
, perubahan percentage
depth dose (PDD) phantom B terhadap phantom A untuk berkas foton 6 MV
mencapai 4,28% pada kedalaman 8 cm dan 13,16% pada kedalaman 12 cm,
sedangkan pengaruh terbesar muncul pada field size kecil, dengan ?PDD F2/F10
pada kedalaman 8 cm berkas foton 15 MV sebesar ?31,30% pada phantom B dan
?32,97% pada phantom C. Pada profil dosis, perubahan paling menonjol terjadi
pada kedalaman 8 cm melalui pelebaran penumbra hingga 4,23 mm pada phantom
B dan 4,79 mm pada phantom C. Kurva isodosis dan evaluasi gamma index
menunjukkan adanya perbedaan distribusi dosis dua dimensi antara phantom
homogen dan phantom inhomogen. Hasil ini menunjukkan bahwa inhomogenitas
air-paru dan air-tulang-paru memengaruhi distribusi dosis berkas foton, terutama
pada daerah paru, daerah setelah paru, dan field size kecil.
Perpustakaan Digital ITB