digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Mulyadi Prasojo
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Mulyadi Prasojo
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Mulyadi Prasojo
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Mulyadi Prasojo
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Mulyadi Prasojo
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Mulyadi Prasojo
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Mulyadi Prasojo
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Mulyadi Prasojo
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Tingkat homogenitas campuran sangat penting karena memengaruhi kualitas produk akhir. Metode yang umum digunakan untuk proses ini adalah rotating drum, di mana karakteristik alirannya dipengaruhi oleh Bilangan Froude (Fr) dan Filling Degree (f). Meskipun demikian, penelitian eksperimental mengenai pengaruh kedua parameter tersebut terhadap konstanta laju pencampuran pada sistem rotating drum dua dimensi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menentukan konstanta laju pencampuran ( k ) pada berbagai kombinasi Fr dan f , serta menganalisis pengaruh dan interaksi kedua parameter tersebut menggunakan visualisasi peta kontur. Eksperimen dilakukan menggunakan rotating drum 2D berdiameter 16 cm dengan partikel akrilik berdiameter 0,7 cm berwarna kuning dan hijau, pada 30 kombinasi Fr ( 0,0009 ? 0,0151 ) dan f ( 0,1493 ? 0,3790 ), masing-masing dengan 10 pengulangan. Proses pencampuran direkam menggunakan kamera, kemudian diolah melalui segmentasi warna berbasis ruang warna HSV untuk memperoleh distribusi partikel pada setiap grid pengamatan. Tingkat pencampuran dievaluasi menggunakan Indeks Lacey yang selanjutnya dimodelkan dengan kinetika orde satu melalui curve fitting non-linear least squares untuk memperoleh nilai k. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai k berada pada rentang 0,0268 ? 0,2688, dengan nilai terendah pada Fr = 0,0009 dan f = 0,3790, serta nilai tertinggi pada Fr = 0,0108 dan f = 0,1493. Analisis peta kontur menunjukkan bahwa k tertinggi diperoleh pada kondisi Fr tinggi dan f rendah, sedangkan k terendah pada kondisi sebaliknya, yang mengindikasikan bahwa kedua parameter operasi harus dipertimbangkan secara bersamaan dalam menentukan kondisi pencampuran yang efektif.