BAB 1 Deksarina
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Deksarina
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Deksarina
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Deksarina
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Deksarina
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Deksarina
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Deksarina
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
operasional. Distribusi kuantitas udara yang memadai diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan udara pada area kerja, namun belum selalu mampu mengendalikan
peningkatan temperatur akibat beban panas yang terdapat pada jaringan ventilasi.
Penelitian ini bertujuan menentukan pengaturan jaringan ventilasi dalam
mendistribusikan kuantitas udara, menganalisis pengaruh panas batuan dan panas
operasional terhadap kondisi termal, serta menentukan kapasitas sistem
pendinginan untuk memperoleh kondisi lingkungan kerja yang sesuai. Analisis
dilakukan melalui pemodelan jaringan ventilasi menggunakan Ventsim 6.0,
sedangkan analisis psikrometrik digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan
kapasitas pendinginan dan evaluasi perubahan karakteristik udara.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa pengaturan jaringan ventilasi mampu
memenuhi kebutuhan kuantitas udara pada area kerja, namun kondisi termal masih
dipengaruhi oleh panas batuan dan semakin meningkat dengan adanya panas
operasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian termal tidak cukup
hanya melalui pemenuhan kuantitas udara sehingga diperlukan sistem pendinginan.
Berdasarkan analisis psikrometrik, diperoleh kebutuhan kapasitas pendinginan
sebesar 1300 kW. Penerapan sistem pendinginan mampu mengendalikan
temperatur tertinggi pada area kerja hingga 27,4°C dengan kelembaban relatif
64,5%. Nilai ISBB sebesar 20,2–23,5°C menunjukkan bahwa kondisi termal pada
seluruh area kerja memenuhi Nilai Ambang Batas (NAB) yang berlaku. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengaturan jaringan ventilasi yang dikombinasikan
dengan sistem pendinginan berdasarkan analisis psikrometrik mampu memenuhi
kebutuhan kuantitas udara
Perpustakaan Digital ITB