Sistem Sulawesi bagian Selatan (Sulbagsel) terdiri dari lima subsistem, salah satunya adalah subsistem Wotu. Konfigurasi subsistem Wotu terhubung secara paralel radial dengan sistem utama dan memasok beban intermintent yaitu pelanggan smelter. Karakteristik konfigurasi dan beban seperti ini berpotensi memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan jika terdapat gangguan pada pembangkit maupun jalur transmisi. Sebagai upaya mitigasi, saat ini telah diimplementasikan skema pertahanan sistem (defense scheme) konvensional berbasis pengukuran frekuensi, atau Under Frequency Load Shedding (UFLS). Namun skema ini memiliki keterbatasan, dimana hanya bergantung pada satu parameter yaitu frekuensi. Untuk menjaga kestabilan sistem diperlukan skema pertahanan sistem yang adaptif dan dinamis, dimana saat ini telah diimplementasikan skema Adaptive Defense Scheme (ADS) tersebut di subsistem Wotu. Meskipun demikian, skema ini masih belum bekerja secara efektif karena mekanisme pemicu (trigger) skema masih berbasis event-based dengan mendeteksi status Pemutus Tenaga (PMT) yang melibatkan kombinasi input yang kompleks.
Seiring perkembangan teknologi pemantauan sistem secara luas atau yang dikenal dengan Wide Area Monitoring System (WAMS), memungkinkan skema pertahanan di integrasikan dengan WAMS untuk proteksi dan kontrol. Sistem WAMS dapat memanfaatkan perangkat Phasor Measurement Units (PMU) untuk membaca data synchrophasor secara realtime. Berdasarkan studi literatur pada beberapa penelitian sebelumnya, pembacaan parameter perbedaan sudut fasa oleh synchrophasor dapat dijadikan input trigger untuk mendeteksi terjadinya island operation pada sistem tenaga dengan membandingkan parameter sudut fasa antara bus yang saling terhubung. Pemanfaatan teknologi ini didukung oleh kondisi eksisting sistem Sulbagsel yang telah dilengkapi infrastruktur teknologi synchrophasor.
Penelitian tesis ini betujuan menganalisis dan merancang pemanfaatan data dari synchrophasor untuk membaca parameter sudut fasa sebagai trigger sistem ADS.
Metodologi penelitian dilakukan dengan menganalisis dan mengevaluasi respon sudut fasa pada kondisi steady-state dan transien. Evaluasi ini difokuskan pada penentuan nilai parameter saat terjadi island operation pada jalur transmisi paralel radial dan jalur interkoneksi pembangkit subsistem Wotu, berdasarkan kontingensi kredibel yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini adalah nilai parameter perbedaan sudut fasa yang tervalidasi, yang selanjutnya akan diusulkan sebagai parameter trigger sistem ADS.
Perpustakaan Digital ITB