ABSTRAK Pires Andriansyah
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan sistem pembangkit
listrik bersumber dari energi terbarukan, yaitu panas bumi yang dapat menghasilkan
listrik secara kontinu. Namun, performa PLTP sangat dipengaruhi oleh berbagai
parameter operasi yang saling berkaitan dan bersifat nonlinear. Penelitian ini
bertujuan untuk membangun model yang dapat menangkap karakteristik nonlinear
dari data operasional untuk memprediksi daya keluaran bersih. Model yang
dibangun merupakan model regresi polinomial yang dibangun dari data operasional
PLTP Kamojang. Dilakukan analisis korelasi, seleksi fitur, preprocessing,
exploratory data analysis, dan hyperparameter tuning. Dihasilkan model dengan 2
fitur dengan orde polinom 4. Model tersebut menghasilkan R-square sebesar
0.9508, MAE sebesar 0.3372 MW, RMSE sebesar 0.4286, dan MAPE sebesar
0.57% pada data uji. Kemudian model regresi polinomial tersebut digunakan
sebagai model surrogate untuk mencari solusi optimasi dari fungsi objektif berupa
efisiensi eksergi. Proses optimasi dibatasi dengan trust region berbasis jarak
Mahalanobis untuk menjaga solusi tetap berada di sekitar rentang data operasional.
Dalam penelitian ini dilakukan 3 metode optimasi metaheuristik, yaitu Particle
Swarm Optimization (PSO), Simulated Annealing (SA), dan hybrid keduanya
(PSO-SA). Hasil optimasi menunjukkan bahwa seluruh variasi PSO secara
konsisten menghasilkan daya sebesar 61.4704 MW, sedangkan SA bervariasi
menghasilkan daya sebesar 61.4698 MW hingga 61.4703 MW dan variasi hybrid
menghasilkan nilai 61.4704 MW. Menunjukkan konsistensi solusi yang tinggi
terhadap perubahan algoritma. Dengan eksergi inlet sebesar 119.308 MW, dan daya optimum 61.4704 MW, menghasilkan efisiensi eksergi sebesar 51.52%, sedangkan
kondisi median operasi memberikan efisiensi eksergi sebesar 49.67% menunjukkan
bahwa model surrogate dan metode optimasi yang digunakan mampu memprediksi
dan mengoptimasi daya keluaran dan efisiensi eksergi yang lebih tinggi dibanding
kondisi operasi median.
Perpustakaan Digital ITB