digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Farah Afiva
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

COVER Farah Afiva
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 1 Farah Afiva
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 2 Farah Afiva
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 3 Farah Afiva
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 4 Farah Afiva
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 5 Farah Afiva
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

PUSTAKA Farah Afiva
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

Molten salt reactor (MSR), termasuk dalam daftar reaktor generasi IV, menggunakan kombinasi bahan bakar dan pendingin yang terkandung dalam lelehan garam. Pada penelitian, studi neutronik dilakukan pada MSR tipe FUJI-12 dan FUJI-U3 yang dikembangkan oleh International Thorium Molten-Salt Forum (ITMSF) Jepang menggunakan modul PIJ dan CITATION dari SRAC2006.. Pendingin yang digunakan adalah FliBe atau LiF-BeF2 dan dicampur dengan berbagai kombinasi bahan bakar berbasis U dan Pu dalam kondisi terpisah maupun tergabung. Penelitian ini membahas tentang penentuan komposisi bahan bakar optimum yang mencapai kritikalitas sesuai dengan referensi pada desain FUJI-12 dan FUJI-U3. Selanjutnya dilakukan tiga skenario refuelling (pengembalian atomic number density isotop tertentu ke kondisi awal) setiap 40 hari sekali. Skenario refuelling yang digunakan adalah pengembalian bahan bakar (tanpa thorium), thorium, dan bahan bakar serta thorium. Proses refuelling disederhanakan dengan menggunakan bahasa pemrograman Bash berbasis Linux. Power Peaking Factor (PPF) merupakan parameter yang berhubungan dengan stabilitas, keamanan, dan efisiensi reaktor. PPF yang rendah menunjukkan reaktor memiliki distribusi rapat daya yang baik agar spek keselamatan reaktor dari segi pemerataan daya reaktor MSR meningkat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah setiap varian bahan bakar memiliki skenario refuelling unggulan tersendiri yang dapat menjaga kondisi superkritis pada reaktor lebih lama, menjaga konsistensi PPF reaktor walaupun desain tidak mempertimbangkan pemerataan spektrum fluks neutron.