Pantai Mapadegat merupakan destinasi wisata bahari unggulan di Kepulauan
Mentawai dengan potensi besar untuk rekreasi pantai dan selancar (surfing), namun
kajian kesesuaiannya dari kondisi kualitas perairan, aspek keselamatan,
kenyamanan, dan dinamika oseanografi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis kondisi perairan Teluk Mapadegat serta mengklasifikasikan
kesesuaian kawasan untuk wisata rekreasi pantai dan wisata surfing menggunakan
metode Indeks Kesesuaian Wisata (IKW). Pengukuran lapangan dilakukan di
sebelas titik pengamatan yang mencakup sembilan stasiun perairan (M1-M6, MB1
MB3) dan dua titik di bibir pantai (Titik 1 dan Titik 2). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perairan Teluk Mapadegat memiliki suhu hangat dan stabil
(29,0°C –30,2°C), dengan tipe pasang surut campuran condong harian ganda dan
tunggang pasut rendah (1,58 m). Efek pendangkalan (shoaling) meningkatkan
tinggi gelombang lepas pantai (Hs) pada 0,65-1,85m menjadi gelombang pecah
(Hb) pada 0,84-1,51m, Berdasarkan Bilangan Iribarren (Ni) pada 1,50-2,63m, tipe
gelombang pecah didominasi oleh kategori Plunging dan Collapsing yang
membentuk terowongan air (barrel). Hasil analisis IKW menunjukkan bahwa
Pantai Mapadegat tergolong Sesuai untuk rekreasi pantai dengan nilai 93,94% pada
Titik 1 dan 84,85% pada Titik 2. Sementara itu, kesesuaian wisata selancar di zona
perairan (Stasiun M4) mencapai nilai IKW sebesar 95% (Sesuai). Penelitian ini
menunjukkan bahwa adanya zonasi wisata bahari yang saling melengkapi, di mana
zona dangkal dekat pantai sangat aman untuk rekreasi dan berenang, sedangkan
zona lepas pantai yang lebih dalam sangat potensial sebagai lokasi surfing.
Perpustakaan Digital ITB