digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Lukman Ali
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Cover - Lukman Ali
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Lukman Ali
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Lukman Ali
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Lukman Ali
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Lukman Ali
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Lukman Ali
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Daftar Pustaka - Lukman Ali
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Lampiran - Lukman Ali
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kualitas produk melalui proses pemesinan sangat dipengaruhi oleh kualitas mesin perkakas yang digunakan. Kualitas ketelitian mesin perkakas dapat diukur melalui pengujian untuk memastikan ada atau tidaknya kesalahan geometri yang terjadi. Proses pengujian dapat dilakukan dengan berbagai metode salah satunya dengan menggunakan laser interferometer. Pengujian jenis ini dinilai memiliki keakuratan tingkat tinggi karena menggunakan prinsip interferensi cahaya yang dapat mengukur tingkat kepresisian yang sangat tinggi. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini akan menguji ketelitian mesin perkakas dengan menggunakan laser interferometer pada mesin CNC Vertical Machining Center Doosan Mynx 6500/50 II. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mesin CNC melalui pengukuran ketelitian geometrik pada mesin CNC tersebut. Pengukuran akan dilakukan pada sumbu-Y untuk diukur profil kelurusan horizontalnya. Hasil pengukuran tersebut kemudian divisualisasikan untuk dibandingkan kesalahan kelurusannya berdasarkan garis referensi. Langkah selanjutnya, pada mesin ini juga dilakukan uji potong (machining test) berdasarkan ISO 10791-7 dan pengukuran CMM untuk memvalidasi pengukuran kesalahan pengukuran melalui output hasil pemesinan pada mesin terkait. Hasil kelurusan mesin dan benda uji kemudian dibandingkan dan dianalisis perbandingan kesalahan kelurusannya. Hasil kesalahan kelurusan mesin didapatkan dengan nilai 0,30 – 0,55 ?m yang diukur pada tiga lintasan yang berbeda. Untuk kesalahan kelurusan benda uji, menunjukkan nilai 10,11 – 10,44 ?m untuk downmilling, sedangkan untuk upmilling sebesar 17,29 – 20,24 ?m. Harapannya penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam menggunakan mesin tersebut sesuai dengan model hasil pengukuran untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Selain itu, prosedur yang digunakan dalam penelitian ini bisa dijadikan referensi untuk pengukuran ketelitian terkait dengan mesin CNC machining center.