Gedung pendidikan dan laboratorium vokasi memiliki kebutuhan tertentu yang harus dipenuhi agar gedung tersebut nyaman dan tetap dapat berfungsi sebagai tempat penelitian. Perancangan menjadi tahapan yang penting dalam pembangunan gedung tersebut karena pada tahapan inilah fungsi bangunan akan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga kenyamanan dapat tercapai. Parameter untuk merancang bangunan agar menjadi bangunan yang nyaman adalah OTTV. Parameter ini berupa nilai yang berakaitan dengan banyaknya kalor yang masuk melalui selubung bangunan. Perhitungan OTTV dalam Tugas Akhir dilakukan secara manual dengan acuan SNI 6389-2011.
Nilai OTTV dipengaruhi oleh konstruksi selubung bangunan, sifat termal material selubung bangunan, dan iklim sekitar bangunan. Dari perhitungan, diketahui nilai OTTV adalah 30,91 W/m2 menurut SNI dan 25,667 W/m2 menurut ASHRAE. Perbedaan kedua nilai tersebut karena perbedaan konstruksi menurur acuan masing-masing. Kedua nilai masih memenuhi standar SNI karena berada di bawah 35 W/m2. Kedua nilai tersebut dapat dijadikan acuan untuk merancang suatu sistem tata udara yang disebut sebagai baseline design. Rancangan sistem tata udara baseline design ini diharapakan dapat memenuhi kebutuhan penghuni sehingga tercapai kenyamanan termal dan efisien dalam penggunaan energinya. Untuk mengetahui besar konsumsi energi yang dihasilkan oleh baseline design,dilakukan simulasi EnergyPlus.
Data hasil simulasi EnergyPlus menunjukkan bahwa nilai konsumsi energi paling signikan ada pada konsumsi energi untuk pendinginan yaitu 70% dari beban total bangunan. Oleh karena itu, upaya konservasi energi dapat difokuskan pada pengaturanturan setpoint ruang selain ruang server. Upaya tersebut dapat berupa menaikkan setpoint ruang selain server sebesar 1°C hingga 2°C, pengubahan jadwal operasi, dan variasi dari kedua upaya tersebut.
Perpustakaan Digital ITB