Abstrak - MUHAMMAD DAFFA’ HANIFATURRAHMAN
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Konektivitas hinterland merupakan faktor penting yang memengaruhi wilayah layan dan daya saing antar pelabuhan. Cakupan hinterland tidak hanya ditentukan oleh kedekatan geografis, tetapi juga oleh aksesibilitas jaringan, waktu tempuh, dan generalised cost dari wilayah produksi atau konsumsi menuju pelabuhan. Di Pulau Jawa, kehadiran Pelabuhan Patimban sebagai entry port di wilayah utara Jawa Barat berpotensi mengubah struktur hinterland dan pembagian demand peti kemas, khususnya pada wilayah yang sebelumnya bergantung pada Pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian ini menggabungkan analisis konektivitas hinterland pelabuhan utama di Pulau Jawa dengan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap estimasi demand Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengestimasi demand Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban. Analisis dilakukan terhadap Pelabuhan Tanjung Priok, Patimban, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak dengan unit analisis kabupaten/kota melalui pendekatan deterministik dan probabilistik. Pendekatan deterministik digunakan untuk menentukan pelabuhan dengan nilai generalised cost minimum, sedangkan pendekatan probabilistik digunakan untuk menggambarkan kecenderungan pemilihan pelabuhan dan tingkat kompetisi antar pelabuhan. Estimasi demand Tanjung Priok dilakukan menggunakan regresi multilinear dengan metode stepwise berdasarkan variabel ekonomi, demografi, industri, perdagangan, nilai tukar, dan aktivitas logistik. Hasil analisis deterministik menunjukkan bahwa setelah Pelabuhan Patimban dipertimbangkan, jumlah hinterland dominan Tanjung Priok menurun dari 35 menjadi 23 kabupaten/kota. Berdasarkan perubahan tersebut, diperoleh spatial hinterland share Tanjung Priok sebesar 65,71% dan Patimban sebesar 34,29%. Di sisi lain, hasil probabilistik menunjukkan bahwa batas hinterland antar pelabuhan tidak bersifat kaku, melainkan membentuk zona kompetitif pada beberapa wilayah dengan probabilitas pemilihan pelabuhan yang relatif terbagi. Selanjutnya, Nilai share tersebut digunakan untuk mengestimasi demand Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban. Hasil estimasi menunjukkan bahwa demand Terminal Peti Kemas Patimban diperkirakan mencapai sekitar 3.11 juta TEU pada tahun 2027 dan 3.79 juta TEU pada tahun 2037. Dengan demikian, Pelabuhan Patimban berpotensi memiliki peran sebagai pelabuhan pendukung Tanjung Priok dalam sistem pelabuhan utama di Pulau Jawa.
Perpustakaan Digital ITB