digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Maher Bas'ary
PUBLIC Open In Flipbook Resti Andriani

Danau pascatambang terbentuk akibat terisinya lubang bekas tambang oleh air hujan, limpasan permukaan, airtanah, maupun sumber tambahan. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengisian alami dan metode flooding terhadap waktu pengisian serta kualitas air danau pascatambang di PT XYZ. Perhitungan kuantitas air menggunakan neraca air yang mencakup hujan langsung, limpasan dari daerah tangkapan hujan seluas 697,5 ha, evaporasi, dan tambahan air sungai. Debit flooding ditetapkan sebesar 5% dari debit sungai sebesar 45,7 m³/detik, yaitu 2,285 m³/detik, dengan pemompaan 12 jam/hari. Pemodelan kualitas air menggunakan PHREEQC melalui inverse modeling, forward modeling, dan pencampuran air hujan, air sungai, air lindian batuan Potentially Acid Forming (PAF), Non-Acid Forming (NAF), serta hasil pencampuran tahap sebelumnya. Pengisian alami membutuhkan 268,2 hari, sedangkan flooding membutuhkan 164,0 hari, sehingga mempercepat pengisian sebesar 104,2 hari atau 38,9%. Pada kondisi akhir, pH pengisian alami dan flooding masing-masing sebesar 3,06 dan 7,87. Flooding menurunkan Fe dan Al menjadi 0,004 mg/L dan 0,001 mg/L, tetapi meningkatkan Mn, Zn, dan SO?²? menjadi 2,577 mg/L, 1,504 mg/L, dan 310,294 mg/L. Berdasarkan baku mutu Kelas II, pengisian alami belum memenuhi pH, Fe, dan Zn, sedangkan flooding belum memenuhi Mn, Zn, dan SO?²?. Dengan demikian, flooding lebih efektif mempercepat pengisian dan memperbaiki beberapa parameter kualitas air, tetapi belum memenuhi baku mutu.