digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800








DAFUS AFFRA SITI NABILLA
EMBARGO  2029-01-09 

LAMPIRAN AFFRA SITI NABILLA
EMBARGO  2029-01-09 

Pengembangan pariwisata perkotaan yang mengakomodasi bleisure tourism yang merupakan perjalanan bisnis yang dikombinasikan dengan aktivitas leisure/wisata, aktivitas tersebut membutuhkan dukungan fasilitas pendukung yang memadai agar wisatawan merasa nyaman serta terdorong untuk memperpanjang masa tinggal dan melakukan aktivitas wisata di destinasi. Kota Bandung sebagai kota bisnis sekaligus destinasi wisata memerlukan pemetaan kualitas fasilitas pendukung bleisure dari sudut pandang wisatawan sebagai pengguna langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan (gap) kualitas fasilitas pendukung bleisure tourism serta tingkat kepuasan wisatawan bleisure di Kota Bandung. Dimensi kualitas fasilitas yang dianalisis mencakup aspek bukti fisik (tangibles) yang relevan dengan konteks bleisure yang terdiri dari 5 dimensi yaitu accomodation, business facilities, leisure facilities, family-friendly facilities, dan accesibilities.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif-evaluatif dengan jumlah sampel 160 responden wisatawan bleisure. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Skala pengukuran menggunakan skala Likert. Metode analisis data menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI), analisis gap (importance–performance), dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis menunjukkan nilai CSI sebesar 79,70% yang mengindikasikan bahwa secara keseluruhan wisatawan bleisure merasa puas terhadap fasilitas pendukung bleisure tourism di Kota Bandung. Namun, hasil analisis gap menunjukkan bahwa performance < importance dengan nilai 3,18 < 3,39 dan rata-rata gap sebesar -0,21, yang berarti kualitas fasilitas pendukung yang dirasakan belum sepenuhnya memenuhi harapan wisatawan bleisure. Hasil analisis IPA menunjukkan atribut yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki meliputi transportasi umum di dalam Kota Bandung, tourists Information Center (TIC) dan signage atau petunjuk arah. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi pengelola destinasi dan pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendukung bleisure tourism untuk memperkuat daya saing pariwisata Kota Bandung.