Danau Batur merupakan danau vulkanik tertutup bersifat alkali yang terletak di
Pulau Bali, Indonesia. Sebagai sistem danau vulkanik aktif, sedimen dan air danau
ini berpotensi merekam proses perubahan yang terjadi di lingkungan kaldera
vulkanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara sifat
kemagnetan sedimen, komposisi mineralogi, dan karakteristik hidrogeokimia
Danau Batur sebagai respons terhadap proses geogenik dan antropogenik yang
berlangsung pada lingkungan danau vulkanik tropis. Studi dilakukan melalui
analisis kemagnetan batuan, X-ray diffraction (XRD), geokimia air dan sedimen,
serta analisis statistik multivariat untuk menelusuri evolusi hidrogeokimia, sumber
logam berat, dan indikasi aktivitas hidrotermal bawah permukaan.
Hasil analisis kemagnetan batuan menunjukkan bahwa sedimen Danau Batur
didominasi oleh magnetit dan titanomagnetit, dengan kontribusi fase minor seperti
titanomaghemite dan magnesioferrite. Karakter domain magnetik berada pada
rentang pseudo-single domain (PSD) hingga single domain (SD), dengan kehadiran
fraksi superparamagnetik (SP). Distribusi spasial suseptibilitas magnetik
memperlihatkan nilai tertinggi di bagian utara danau, yang berkorelasi dengan
peningkatan kadar Fe dan Ti, mengindikasikan pengaruh pelapukan batuan
vulkanik di sekitar kaldera. Analisis mineralogi mengidentifikasi mineral
nonmagnetik berupa andesin, albit, augit, zeolit, aragonit, montmorilonit, kalsium
klorit, dan anortit, yang mencerminkan interaksi air dan batuan serta pengaruh
proses hidrotermal.
Analisis hidrogeokimia menunjukkan bahwa air Danau Batur tergolong tipe
natrium-klorida (Na-Cl) steam-heated dengan pH alkali (>9) dan nilai total
dissolved solids (TDS) >1000 mg/L. Adanya peningkatan konsentrasi Mg²?, Na?,
HCO??, dan SO?²?, serta penurunan Ca²? dan K? pada air danau, menunjukkan
perubahan kimia air yang dipengaruhi oleh pelapukan silikat dan karbonat, serta
kontribusi fluida hidrotermal dan gas magmatik dari sistem Gunung Batur.
Keberadaan mineral aragonit (CaCO?) memperkuat indikasi reaksi karbonasi pada
lapisan bawah kaldera yang berperan dalam mempertahankan sifat alkalinitas dan
karakter danau vulkanik alkali.ii
Analisis geokimia sedimen menunjukkan bahwa pelapukan batuan vulkanik
merupakan proses utama yang memengaruhi karakteristik hidrogeokimia Danau
Batur. Sementara itu, hasil analisis Enrichment Factor (EF), Geo-accumulation
Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Pollution Load Index (PLI)
mengindikasikan adanya pencemaran logam berat, dengan Cu, Cr, dan V sebagai
polutan utama. Analisis statistik multivariat membedakan sumber litogenik (Fe,
Mn, Ti) yang berkaitan dengan pelapukan batuan vulkanik dan sumber
antropogenik (Cu, Cr, V) yang berasosiasi dengan aktivitas keagamaan dan
pariwisata di sekitar danau.
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kemagnetan
dan geokimia Danau Batur dikendalikan oleh interaksi antara pelapukan batuan
vulkanik, aktivitas hidrotermal bawah permukaan, dan tekanan antropogenik.
Temuan ini memberikan pemahaman mengenai sistem danau vulkanik alkali di
lingkungan tropis. Selain itu, hasil penelitian ini mendukung pemanfaatan
parameter kemagnetan dan geokimia sebagai indikator perubahan lingkungan serta
dasar pengelolaan sistem danau vulkanik alkali di wilayah tropis.
Perpustakaan Digital ITB