digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ulvienin Harlianti
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

Danau Batur merupakan danau vulkanik tertutup bersifat alkali yang terletak di Pulau Bali, Indonesia. Sebagai sistem danau vulkanik aktif, sedimen dan air danau ini berpotensi merekam proses perubahan yang terjadi di lingkungan kaldera vulkanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara sifat kemagnetan sedimen, komposisi mineralogi, dan karakteristik hidrogeokimia Danau Batur sebagai respons terhadap proses geogenik dan antropogenik yang berlangsung pada lingkungan danau vulkanik tropis. Studi dilakukan melalui analisis kemagnetan batuan, X-ray diffraction (XRD), geokimia air dan sedimen, serta analisis statistik multivariat untuk menelusuri evolusi hidrogeokimia, sumber logam berat, dan indikasi aktivitas hidrotermal bawah permukaan. Hasil analisis kemagnetan batuan menunjukkan bahwa sedimen Danau Batur didominasi oleh magnetit dan titanomagnetit, dengan kontribusi fase minor seperti titanomaghemite dan magnesioferrite. Karakter domain magnetik berada pada rentang pseudo-single domain (PSD) hingga single domain (SD), dengan kehadiran fraksi superparamagnetik (SP). Distribusi spasial suseptibilitas magnetik memperlihatkan nilai tertinggi di bagian utara danau, yang berkorelasi dengan peningkatan kadar Fe dan Ti, mengindikasikan pengaruh pelapukan batuan vulkanik di sekitar kaldera. Analisis mineralogi mengidentifikasi mineral nonmagnetik berupa andesin, albit, augit, zeolit, aragonit, montmorilonit, kalsium klorit, dan anortit, yang mencerminkan interaksi air dan batuan serta pengaruh proses hidrotermal. Analisis hidrogeokimia menunjukkan bahwa air Danau Batur tergolong tipe natrium-klorida (Na-Cl) steam-heated dengan pH alkali (>9) dan nilai total dissolved solids (TDS) >1000 mg/L. Adanya peningkatan konsentrasi Mg²?, Na?, HCO??, dan SO?²?, serta penurunan Ca²? dan K? pada air danau, menunjukkan perubahan kimia air yang dipengaruhi oleh pelapukan silikat dan karbonat, serta kontribusi fluida hidrotermal dan gas magmatik dari sistem Gunung Batur. Keberadaan mineral aragonit (CaCO?) memperkuat indikasi reaksi karbonasi pada lapisan bawah kaldera yang berperan dalam mempertahankan sifat alkalinitas dan karakter danau vulkanik alkali.ii Analisis geokimia sedimen menunjukkan bahwa pelapukan batuan vulkanik merupakan proses utama yang memengaruhi karakteristik hidrogeokimia Danau Batur. Sementara itu, hasil analisis Enrichment Factor (EF), Geo-accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Pollution Load Index (PLI) mengindikasikan adanya pencemaran logam berat, dengan Cu, Cr, dan V sebagai polutan utama. Analisis statistik multivariat membedakan sumber litogenik (Fe, Mn, Ti) yang berkaitan dengan pelapukan batuan vulkanik dan sumber antropogenik (Cu, Cr, V) yang berasosiasi dengan aktivitas keagamaan dan pariwisata di sekitar danau. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kemagnetan dan geokimia Danau Batur dikendalikan oleh interaksi antara pelapukan batuan vulkanik, aktivitas hidrotermal bawah permukaan, dan tekanan antropogenik. Temuan ini memberikan pemahaman mengenai sistem danau vulkanik alkali di lingkungan tropis. Selain itu, hasil penelitian ini mendukung pemanfaatan parameter kemagnetan dan geokimia sebagai indikator perubahan lingkungan serta dasar pengelolaan sistem danau vulkanik alkali di wilayah tropis.