ANALISIS KEANDALAN DEBIT SUNGAI CIMANDIRI SERTA PERANCANGAN UNIT AIR BAKU DAN TRANSMISI AIR MINUM SPAM KECAMATAN GUNUNGGURUH KABUPATEN SUKABUMI
Terbatas Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan
Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, belum terlayani jaringan
perpipaan Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM). Tugas akhir ini
menyusun perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kecamatan
Gunungguruh yang mencakup perencanaan dasar, analisis hidrologi dan keandalan
air baku Sungai Cimandiri, desain unit air baku, desain sistem transmisi, spesifikasi
teknis, serta aspek non-teknis.
Proyeksi penduduk menggunakan metode logistik (S-Curve) karena data historis
menunjukkan kecenderungan menuju kondisi jenuh, dengan populasi jenuh sekitar
60.369 jiwa. Berdasarkan target pelayanan bertahap, kebutuhan domestik dan nondomestik,
kebutuhan operasional IPA, faktor harian maksimum, dan kehilangan air,
debit pengambilan pada tahap akhir pelayanan ditetapkan sebesar 160 L/detik.
Sungai Cimandiri ditetapkan sebagai sumber air baku karena merupakan satusatunya
sumber dengan ketersediaan debit yang andal sepanjang tahun, sementara
potensi mata air memiliki keterbatasan debit dan kepastian penguasaan sumber.
Reservoir ditempatkan pada titik elevasi tinggi agar jaringan distribusi dapat
bekerja sepenuhnya secara gravitasi.
Analisis hidrologi menggunakan data debit harian PDA Cimandiri–Tegaldatar
periode 1980–2021, dengan 31 tahun valid untuk analisis bulanan setelah eliminasi
tahun yang memiliki bulan tanpa data, dan 37 tahun atau 13.224 hari berdata untuk
analisis basis harian. Pendekatan non-stasioner digunakan karena hasil uji statistik
menunjukkan seri data tidak homogen dan memiliki tren turun yang signifikan
berdasarkan uji Mann-Kendall, sehingga asumsi stasioneritas tidak lagi terpenuhi.
Seluruh bulan menunjukkan nilai Sen's Slope negatif. Analisis dilakukan melalui
iii
detrending seri data menuju tahun referensi, perhitungan probabilitas Weibull untuk
debit andalan serta pemilihan distribusi untuk debit banjir, kemudian retrending
menuju tahun desain 2031–2050.
Hasil non-stasioner menunjukkan penurunan ketersediaan air yang tajam. Debit
andalan Q90 pada bulan kering, yaitu Juli, Agustus, September, dan November,
sudah mendekati nol sejak awal tahun desain dan meluas ke bulan lain pada tahun
desain yang lebih jauh. Sebaliknya, debit andalan stasioner masih menunjukkan
nilai yang jauh lebih tinggi pada hampir seluruh bulan, sehingga pendekatan
stasioner memberikan estimasi ketersediaan air yang lebih optimis. Pada sisi banjir,
distribusi Log Pearson III terpilih melalui uji kecocokan, dan retrending
menghasilkan debit banjir rencana yang justru menurun terhadap tahun desain.
Berdasarkan perbandingan tersebut, hasil stasioner tetap digunakan sebagai dasar
desain karena memberikan basis perancangan yang konsisten untuk seluruh tahap
pelayanan, yaitu debit andalan Q90 sebesar 3,15 m³/detik yang masih mencukupi
kebutuhan pengambilan, serta debit banjir Q100 sebesar 261,52 m³/detik sebagai
debit rencana bangunan air dengan Q1000 sebagai debit kontrol keamanan, dan
debit aliran rendah 7Q10 sebesar 0,1465 m³/detik sebagai debit kontrol operasi.
Debit kontrol operasi tersebut lebih kecil daripada debit pengambilan rencana
sebesar 160 L/detik. Peninjauan pada basis harian menghasilkan keandalan pasokan
99,10% dari 13.224 hari berdata, defisit yang hanya berlangsung pada durasi kurang
dari sekitar dua minggu, serta volume defisit kala ulang sepuluh tahun sebesar
42.709 m³ atau setara 3,09 hari pelayanan penuh. Keandalan pelayanan pada
kemarau ekstrem karena itu bergantung pada aturan operasi berjenjang dan sumber
air baku cadangan, bukan pada penambahan kapasitas bangunan.
Unit air baku dirancang berupa intake bendung karena fluktuasi muka air Sungai
Cimandiri antara kondisi debit rendah dan debit banjir cukup besar, sehingga
diperlukan bangunan pengatur agar muka air hulu tetap mencapai elevasi kontrol
saluran pengambilan pada kondisi debit andalan. Bendung dirancang dengan lebar
21,00 m dan tinggi mercu 2,15 m, dilengkapi saluran pembilas dan kolam olak
untuk mengalirkan debit banjir secara aman serta meredam energi aliran di hilir.
Saluran intake dibuat dalam dua saluran paralel agar pengambilan tetap berjalan
iv
saat salah satu saluran dipelihara, dan dilengkapi bar screen serta sand trap sebagai
perlindungan awal terhadap pompa dan komponen hilir.
Sistem transmisi terdiri atas transmisi air baku dari bak pengumpul air baku I
menuju bak pengumpul air baku II di lokasi unit produksi, serta transmisi air terolah
dari unit produksi menuju reservoir offtake. Seluruh pipa transmisi menggunakan
Ductile Cast Iron Pipe (DCIP) karena mampu menahan tekanan kerja tinggi dan
sesuai untuk jalur bertekanan dengan beda elevasi besar. Transmisi air baku
menggunakan pipa DN300 kelas C25 dengan panjang sekitar 0,33 km, sedangkan
transmisi air terolah menggunakan pipa DN350 kelas C25 dengan panjang total
sekitar 4,3 km yang terbagi atas segmen pompa utama sekitar 3,0 km dan segmen
booster sekitar 1,4 km.
Karena beda elevasi antara unit produksi dan reservoir sangat besar, sistem
pemompaan air terolah dibagi menjadi pompa utama dan pompa booster agar head
tekan terdistribusi dan tidak terkonsentrasi pada satu segmen jalur. Head pompa
utama berada pada kisaran 204–226 m dan pompa booster pada kisaran 122–133 m
pada tahap akhir. Setiap rumah pompa dilengkapi surge vessel sebagai proteksi
terhadap aliran transien, sedangkan jalur pipa dilengkapi air valve pada titik tinggi,
drain valve pada titik rendah, serta thrust block dan anchor block pada belokan dan
segmen kemiringan.
CAPEX terbesar terjadi pada Tahap Pelayanan I karena seluruh infrastruktur dasar
dibangun sekaligus, sedangkan tahap berikutnya bersifat inkremental sehingga
memberikan ruang evaluasi pada setiap tahap. Komponen OPEX terbesar berada
pada sistem transmisi akibat pemompaan bertekanan tinggi secara kontinu,
sementara OPEX distribusi rendah karena distribusi bekerja secara gravitasi.
Skenario tarif tetap menghasilkan NPV negatif, BCR sebesar 0,18, dan payback
period lebih dari 25 tahun, sehingga pengembangan SPAM Kec. Gunungguruh
memerlukan skema pendanaan campuran.
Perpustakaan Digital ITB