digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Jepri Sutanto
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

COVER Jepri Sutanto
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 1 Jepri Sutanto
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 2 Jepri Sutanto
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 3 Jepri Sutanto
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 4 Jepri Sutanto
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 5 Jepri Sutanto
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

PUSTAKA Jepri Sutanto
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

Penelitian ini mengevaluasi dan inspeksi karakterisik uji radiografi industri pada logam dan non-logam untuk optimisasi hasil yang dilakukan di KST. B.J. Habibie, KST. G.A. Siwabessy dan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia. Tujuan riset adalah analisis keberterimaan dari parameter-parameter atau karakteristik uji radiografi, baik dari sumber radiasi, spesimen uji dan peralatan untuk menghasilkan gambar atau citra yang dapat diterima sesuai dengan ketentuan standar ASME, ISO dan ASTM. Beberapa sampel berupa logam berbentuk pelat dan pipa serta beberapa non-logam (beton, plastik, buah, batu, kayu) diuji menggunakan radiografi konvensional, computed radiography, dan digital detector array. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan standardisasi desain ruang sinar-X dan/atau sinar gamma, perlunya kompetensi personel tersertifikasi, harmonisasi hasil interpretasi film atau citra digital. Dari hasil pengukuran dosis pekerja radiasi, dosis kerja tahunan tertinggi sebesar 3,32 mSv, yang mewakili 16,6% dari nilai batas dosis yang diizinkan. Parameter-parameter seperti energi atau kV, jenis material, jarak penyinaran, merk dan jenis film, jenis dan tebal screen, kondisi pemrosesan (jenis developer, temperatur dan waktu), densitas, dan noise sangat menentukan hasil akhir untuk interpretasi apakah hasilnya diterima atau ditolak. Keberterimaan hasil pada radiografi konvensional dengan terpenuhinya sistem identifikasi, marker lokasi, cacat film pada daerah baca, penampakan kawat indikator kualitas bayangan, citra huruf B, densitas radiograf, dan variasi densitas, sedangkan pada digital radiografi seperti CR dan DDA terpenuhinya grey value, resolusi spasial dasar, signal-tonoise ratio dan contrast-to-noise ratio. Penggunaan teknologi seperti machine learning dilakukan untuk mendukung studi dan memberikan dampak positif bagi operator dalam memprediksi dini jenis cacat pada logam. Penelitian uji tak rusak radiografi industri dapat digunakan baik pada logam dan non-logam.