Abstrak - Alvin Reynaldi
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Minyak dan gas bumi hingga kini masih menjadi pilar utama dalam
menopang kebutuhan energi nasional dan bahan baku industri di Indonesia. Dengan
konsumsi minyak mencapai 1,6 juta barel per hari sementara produksi domestik hanya 600
ribu barel, eksploitasi wilayah lepas pantai (offshore) menjadi solusi strategis untuk
menutupi defisit energi. Keberhasilan monetisasi cadangan lepas pantai ini sangat
bergantung pada sistem perpipaan bawah laut (subsea pipeline) sebagai moda transportasi
fluida yang paling efisien, aman, dan berkelanjutan dibandingkan kapal tanker. Penelitian
ini mengkaji perancangan sistem pipa bawah laut melalui rangkaian analisis teknis yang
komprehensif guna menjamin integritas struktur. Tahapan desain dimulai dengan
perhitungan tebal dinding pipa berdasarkan standar DNV-ST-F101 dan ASME B31.8 untuk
menahan tekanan internal serta eksternal. Kestabilan pipa di dasar laut (on-bottom stability)
turut dianalisis untuk memastikan posisi pipa aman dari gaya hidrodinamika arus dan
gelombang. Selain itu, dilakukan evaluasi bentang bebas (free span) merujuk pada DNVRP-
F105 guna memitigasi risiko kegagalan fatigue akibat Vortex-Induced Vibration (VIV)
pada topografi laut yang tidak rata. Terakhir, analisis instalasi dilakukan untuk memastikan
tegangan pada bagian overbend dan sagbend tidak melampaui batas aman material.
Integrasi seluruh analisis ini bertujuan menghasilkan infrastruktur transportasi migas yang
andal untuk mendukung kemandirian energi nasional secara jangka panjang.
Perpustakaan Digital ITB