digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Nasrul Ikhwan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Nasrul Ikhwan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Nasrul Ikhwan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Nasrul Ikhwan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Nasrul Ikhwan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Nasrul Ikhwan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Nasrul Ikhwan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA Nasrul Ikhwan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Nasrul Ikhwan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Tangki penyimpanan merupakan infrastruktur vital dalam industri minyak dan gas, tetapi memiliki risiko kegagalan akibat degradasi material seperti korosi. Kegagalan ini tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak pada keselamatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dan menyusun program inspeksi yang optimal untuk tangki penyimpanan slop oil 63-T-110 di PT X. Analisis ini menggunakan metodologi inspeksi berbasis risiko untuk mengevaluasi kondisi aset secara sistematis dan memprioritaskan tindakan pemeliharaan. Penelitian ini menerapkan pendekatan semikuantitatif secara sistematis yang mengacu pada standar API 580 dan API 581 untuk menilai tingkat risiko. Data-data peralatan dan hasil inspeksi sebelumnya digunakan dalam penghitungan tingkat risiko. Penilaian risiko dilakukan dengan menghitung kemungkinan kegagalan (POF) berdasarkan faktor kerusakan yang aktif dan konsekuensi kegagalan (COF) yang berbasis finansial. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor kerusakan yang aktif pada tangki adalah penipisan dan korosi eksternal. Tingkat risiko tangki saat ini teridentifikasi berada pada kategori 3C (menengah), dengan nilai POF sebesar 0,00243 kegagalan/tahun dan COF senilai $785.370. Tanpa adanya intervensi melalui program inspeksi yang diperbarui, tingkat risiko tangki 63-T-110 diproyeksikan akan meningkat secara signifikan ke kategori 5C (menengah-tinggi) pada tahun 2035. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan implementasi program inspeksi baru yang mencakup teknik inspeksi kategori B dengan interval yang lebih pendek. Dengan penerapan program inspeksi usulan ini, diharapkan tingkat risiko dapat terkendali dan menjadi kategori 3C (menengah) pada tahun 2035.