digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Konsumsi energi nasional yang terus meningkat menjadikan eksplorasi migas lepas pantai sebagai pilihan strategis, dengan fixed jacket platform sebagai tipe anjungan yang paling dominan digunakan di perairan Indonesia. Sebelum beroperasi, modul topside harus dipasang melalui proses lifting, sementara kelayakan struktural jacket perlu dievaluasi melalui analisis in-service. Pada tugas akhir ini, dilakukan analisis in-service terhadap struktur fixed jacket platform berkaki empat yang berlokasi di perairan Selat Madura pada kedalaman 340.55 ft, dengan cakupan analisis in-place, seismik, dan fatigue mengacu pada standar API RP 2A-WSD edisi ke-22. Studi kemudian dilanjutkan dengan analisis offshore lifting untuk instalasi topside mengacu pada standar API RP 2A-WSD dan DNV-ST-N001. Berdasarkan seluruh analisis yang dilakukan, hasil analisis in-place menunjukkan nilai member unity check maksimum sebesar 0.88 pada kondisi operating dan 0.76 pada kondisi storm. Analisis seismik menunjukkan nilai member unity check maksimum sebesar 0.86 pada kondisi SLE maupun DLE. Analisis fatigue menunjukkan bahwa seluruh joint pada empat kategori kekritisan memenuhi kriteria fatigue life minimum setelah diterapkan weld joint improvement bertahap, dengan fatigue life terendah sebesar 65.17 tahun terhadap Required Design Life 40 tahun. Sementara itu, analisis offshore lifting menunjukkan nilai member unity check maksimum sebesar 0.87 serta seluruh gaya sling bernilai positif, yang menunjukkan konfigurasi rigging dinyatakan valid secara struktural. Seluruh hasil analisis yang dilakukan telah memenuhi kriteria standar desain yang disyaratkan.