digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Dahlia Nur Asyifa
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik arus dekat dasar laut dan kondisi batimetri sebagai dasar rekomendasi jalur kabel bawah laut di Selat Bangka. Pemodelan hidrodinamika dilakukan menggunakan Semi-implicit Cross-scale Hydroscience Integrated System Model (SCHISM) dengan data batimetri, pasang surut, dan angin sebagai masukan model. Hasil model divalidasi menggunakan data observasi elevasi muka air laut dari BIG serta diverifikasi menggunakan data arus CMEMS. Selanjutnya dilakukan analisis elevasi muka air, pola arus, kecepatan arus rata-rata permukaan dan dekat dasar, serta bed shear stress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu merepresentasikan kondisi hidrodinamika dengan baik, ditunjukkan oleh nilai korelasi elevasi muka air di atas 0,95 dan nilai RMSE sebesar 0,142–0,202 m. Karakteristik pasang surut di Selat Bangka didominasi oleh tipe diurnal dengan komponen harmonik utama K1 dan O1. Kecepatan arus rata-rata pada lapisan permukaan mencapai 0,28 m/s pada Januari 2025 dan 0,27 m/s pada Juli 2025, sedangkan pada lapisan dekat dasar masing masing sebesar 0,20 m/s dan 0,19 m/s. Nilai maksimum bed shear stress mencapai 3,68 Pa pada Januari dan 3,78 Pa pada Juli, dengan konsentrasi tertinggi pada bagian selat yang menyempit. Berdasarkan integrasi parameter batimetri, arus dekat dasar, dan bed shear stress, Jalur Optimum 1 direkomendasikan sebagai jalur pemasangan kabel bawah laut karena memiliki morfologi dasar laut yang lebih landai serta kondisi hidrodinamika yang lebih stabil dibandingkan jalur alternatif lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan jalur kabel bawah laut yang lebih aman dan berkelanjutan di Selat Bangka.