Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik arus dekat dasar laut dan kondisi
batimetri sebagai dasar rekomendasi jalur kabel bawah laut di Selat Bangka.
Pemodelan hidrodinamika dilakukan menggunakan Semi-implicit Cross-scale
Hydroscience Integrated System Model (SCHISM) dengan data batimetri, pasang
surut, dan angin sebagai masukan model. Hasil model divalidasi menggunakan data
observasi elevasi muka air laut dari BIG serta diverifikasi menggunakan data arus
CMEMS. Selanjutnya dilakukan analisis elevasi muka air, pola arus, kecepatan arus
rata-rata permukaan dan dekat dasar, serta bed shear stress. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model mampu merepresentasikan kondisi hidrodinamika
dengan baik, ditunjukkan oleh nilai korelasi elevasi muka air di atas 0,95 dan nilai
RMSE sebesar 0,142–0,202 m. Karakteristik pasang surut di Selat Bangka
didominasi oleh tipe diurnal dengan komponen harmonik utama K1 dan O1.
Kecepatan arus rata-rata pada lapisan permukaan mencapai 0,28 m/s pada Januari
2025 dan 0,27 m/s pada Juli 2025, sedangkan pada lapisan dekat dasar masing
masing sebesar 0,20 m/s dan 0,19 m/s. Nilai maksimum bed shear stress mencapai
3,68 Pa pada Januari dan 3,78 Pa pada Juli, dengan konsentrasi tertinggi pada
bagian selat yang menyempit. Berdasarkan integrasi parameter batimetri, arus dekat
dasar, dan bed shear stress, Jalur Optimum 1 direkomendasikan sebagai jalur
pemasangan kabel bawah laut karena memiliki morfologi dasar laut yang lebih
landai serta kondisi hidrodinamika yang lebih stabil dibandingkan jalur alternatif
lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan
jalur kabel bawah laut yang lebih aman dan berkelanjutan di Selat Bangka.
Perpustakaan Digital ITB