digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Muhammad Fatchur Al Faryzi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Muhammad Fatchur Al Faryzi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Muhammad Fatchur Al Faryzi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Muhammad Fatchur Al Faryzi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Muhammad Fatchur Al Faryzi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Muhammad Fatchur Al Faryzi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Muhammad Fatchur Al Faryzi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Batubara yang terendapkan dalam satu formasi dapat memiliki kualitas berbeda karena karakteristiknya tidak hanya dipengaruhi oleh posisi stratigrafi, tetapi juga oleh kondisi pembentukan gambut dan tingkat pembatubaraan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas batubara lapisan X, Y, dan Z di Pit A, PT ABC serta menjelaskan faktor penyebab perbedaannya. Data sekunder yang dianalisis meliputi hasil proksimat, nilai kalori, dan hasil ultimat. Data dikonversi dari air dried basis (adb) ke dry ash free (daf), kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan posisi stratigrafi dan konsep genesa batubara. Hasil penelitian menunjukkan pada basis daf, kandungan zat terbang menurun dari 51,36% daf pada lapisan X menjadi 49,95% daf pada lapisan Z dalam basis daf, nilai kalori dari 7.148 kcal/kg daf (untuk lapisan X) yang dilanjut dengan nilai kalori lapisan Y yang naik menjadi 7.159 kcal/kg dan turun lagi pada lapisan Z menjadi 7.030 kcal/kg dalam basis daf, karbon meningkat dari 64,89% daf pada lapisan X menjadi 65,92% daf pada lapisan Z, kandungan hidrogen yang cenderung naik dari 7,06% daf pada lapisan X menjadi 7,30% daf pada lapisan Z, dan kandungan oksigen dari lapisan X sebesar 45,28% daf yang dilanjut dengan lapisan Y sebesar 46,51% daf dan menurun pada lapisan Z sebesar 46,13% daf. Pola tersebut tidak mengikuti kecenderungan pematangan berdasarkan kedalaman karena lapisan X yang paling dalam tidak semua parameter peringkat sesuai dengan teori kedalaman. Dengan demikian, variasi kualitas batubara pada ketiga lapisan tidak dikendalikan oleh kedalaman stratigrafi saja, tetapi diinterpretasikan sebagai hasil interaksi antara kondisi pembentukan gambut, komposisi material organik, proses pembatubaraan, dan pengaruh termal lokal yang berkaitan dengan intrusi andesit.