digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Beras merah adalah salah satu jenis pangan fungsional yang memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti kandungan bioaktif yang tinggi sehingga memiliki potensi dalam membantu menjaga kesehatan tubuh. Namun, tingkat konsumsi beras merah di masyarakat masih relatif rendah dibandingkan beras putih. Maka dari itu, diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dan keputusan pembelian beras merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh atribut sensoris, persepsi konsumen terhadap produk, dan kesadaran kesehatan terhadap preferensi konsumen dan keputusan pembelian beras merah, menguji peran preferensi konsumen sebagai variabel mediasi, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan dalam membentuk preferensi konsumen dan keputusan pembelian beras merah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Stimulus-Organism-Response (SOR) yang dianalisis menggunakan metode SEM. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert 1-5 yang disebarkan kepada 104 konsumen beras merah di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen (? = 0,766) dan keputusan pembelian (? = 0,715) beras merah ini dipengaruhi oleh kesadaran kesehatan konsumen dibandingkan faktor atribut sensoris maupun persepsi konsumen terhadap produk. Preferensi konsumen juga memediasi secara parsial (VAF= 43.39%) untuk hubungan antara faktor kesadaran kesehatan dengan keputusan pembelian. Analisis Importance-Performance Map Analysis (IPMA) menunjukkan bahwa kesadaran kesehatan merupakan faktor yang paling diprioritaskan. Penelitian ini memperluas integrasi antara kerangka Stimulus-Organism-Response dan teori Theory of Planned Behaviour dengan menempatkan preferensi konsumen ini sebagai variabel mediasi dalam menjelaskan proses psikologis dalam keputusan pembelian beras merah. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan komunikasi mengenai manfaat kesehatan beras merah merupakan strategi efektif untuk meningkatkan preferensi konsumen dan keputusan pembelian.