Beras merah adalah salah satu jenis pangan fungsional yang memiliki berbagai
manfaat kesehatan seperti kandungan bioaktif yang tinggi sehingga memiliki
potensi dalam membantu menjaga kesehatan tubuh. Namun, tingkat konsumsi beras
merah di masyarakat masih relatif rendah dibandingkan beras putih. Maka dari itu,
diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi
konsumen dan keputusan pembelian beras merah. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh atribut sensoris, persepsi konsumen terhadap produk, dan
kesadaran kesehatan terhadap preferensi konsumen dan keputusan pembelian beras
merah, menguji peran preferensi konsumen sebagai variabel mediasi, serta
mengidentifikasi faktor yang paling dominan dalam membentuk preferensi
konsumen dan keputusan pembelian beras merah. Penelitian ini menggunakan
pendekatan Stimulus-Organism-Response (SOR) yang dianalisis menggunakan
metode SEM. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert
1-5 yang disebarkan kepada 104 konsumen beras merah di Kota Bandung. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen (? = 0,766) dan keputusan
pembelian (? = 0,715) beras merah ini dipengaruhi oleh kesadaran kesehatan
konsumen dibandingkan faktor atribut sensoris maupun persepsi konsumen
terhadap produk. Preferensi konsumen juga memediasi secara parsial (VAF=
43.39%) untuk hubungan antara faktor kesadaran kesehatan dengan keputusan
pembelian. Analisis Importance-Performance Map Analysis (IPMA) menunjukkan
bahwa kesadaran kesehatan merupakan faktor yang paling diprioritaskan.
Penelitian ini memperluas integrasi antara kerangka Stimulus-Organism-Response
dan teori Theory of Planned Behaviour dengan menempatkan preferensi konsumen
ini sebagai variabel mediasi dalam menjelaskan proses psikologis dalam keputusan
pembelian beras merah. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan komunikasi
mengenai manfaat kesehatan beras merah merupakan strategi efektif untuk
meningkatkan preferensi konsumen dan keputusan pembelian.
Perpustakaan Digital ITB