Latar belakang: Kebugaran jasmani mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai
faktor, seperti lingkungan belajar, status sosial ekonomi, motivasi berolahraga, dan
aktivitas fisik. Mata kuliah olahraga di ITB dirancang untuk meningkatkan
kebugaran mahasiswa melalui pembelajaran teori dan praktik olahraga.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan melibatkan
mahasiswa yang mengikuti mata kuliah olahraga di ITB. Kebugaran diukur
menggunakan Cooper Test dan Rockport Test, sedangkan lingkungan belajar,
status sosial ekonomi, motivasi berolahraga, dan aktivitas fisik diperoleh melalui
kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi parsial dan uji korelasi
berganda.
Hasil: Mayoritas mahasiswa memiliki tingkat kebugaran pada kategori cukup
hingga baik. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa lingkungan belajar (r = 0,077;
p = 0,178), status sosial ekonomi (r = 0,028; p = 0,618), dan aktivitas fisik (r =
0,065; p = 0,256) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kebugaran.
Sebaliknya, motivasi berolahraga memiliki hubungan signifikan dengan kebugaran
(r = 0,226; p < 0,001). Secara simultan, seluruh variabel bebas tidak memiliki
hubungan yang signifikan dengan kebugaran (R² = 0,004; p = 0,858).
Kesimpulan: Motivasi berolahraga merupakan satu-satunya variabel yang
memiliki hubungan signifikan dengan kebugaran mahasiswa. Sementara itu,
lingkungan belajar, status sosial ekonomi, dan aktivitas fisik tidak menunjukkan
hubungan yang signifikan baik secara parsial maupun simultan
Perpustakaan Digital ITB