digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Latar belakang: Kebugaran jasmani mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lingkungan belajar, status sosial ekonomi, motivasi berolahraga, dan aktivitas fisik. Mata kuliah olahraga di ITB dirancang untuk meningkatkan kebugaran mahasiswa melalui pembelajaran teori dan praktik olahraga. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan melibatkan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah olahraga di ITB. Kebugaran diukur menggunakan Cooper Test dan Rockport Test, sedangkan lingkungan belajar, status sosial ekonomi, motivasi berolahraga, dan aktivitas fisik diperoleh melalui kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi parsial dan uji korelasi berganda. Hasil: Mayoritas mahasiswa memiliki tingkat kebugaran pada kategori cukup hingga baik. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa lingkungan belajar (r = 0,077; p = 0,178), status sosial ekonomi (r = 0,028; p = 0,618), dan aktivitas fisik (r = 0,065; p = 0,256) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kebugaran. Sebaliknya, motivasi berolahraga memiliki hubungan signifikan dengan kebugaran (r = 0,226; p < 0,001). Secara simultan, seluruh variabel bebas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kebugaran (R² = 0,004; p = 0,858). Kesimpulan: Motivasi berolahraga merupakan satu-satunya variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan kebugaran mahasiswa. Sementara itu, lingkungan belajar, status sosial ekonomi, dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan baik secara parsial maupun simultan