Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita di Indonesia pada 2022 dengan
doksorubisin sebagai lini pertama, namun penggunaannya dibatasi oleh risiko kardiotoksisitas. Obat
kardioprotektif digunakan sebagai mitigasi, tetapi data klinis terkait efektivitasnya di Indonesia
masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil Left Ventricular Ejection
Fraction (LVEF) pasien selama tiga tahun dan mengidentifikasi faktor klinis yang berasosiasi dengan
variasi outcome antar subgrup pasien. Studi observasional dengan desain kohort retrospektif
dilakukan di RS Kanker Dharmais Jakarta. Populasi studi adalah pasien kanker payudara penerima
doksorubisin dan terapi kardioprotektif (ACEi, ARB, beta-blocker, dan MRA) pada periode Januari
2019-April 2025. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, dan
regresi logistik. Hasil menunjukkan penurunan nilai LVEF yang bermakna secara statistik namun
tidak bermakna secara klinis, dengan nilai median konsisten >53% selama tiga tahun. Tidak
ditemukan perbedaan variasi outcome LVEF yang bermakna antar subgrup karakteristik klinis (p >
0,05). Namun, analisis regresi menunjukkan jumlah obat kardioprotektif berhubungan signifikan
dengan penurunan LVEF (OR = 10,435), yang mengindikasikan kemungkinan adanya confounding by
indication. Kesimpulannya, profil fungsi jantung pasien cenderung terjaga dalam rentang aman,
namun diperlukan studi lanjutan untuk mengonfirmasi hubungan kausalitas.
Perpustakaan Digital ITB