digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita di Indonesia pada 2022 dengan doksorubisin sebagai lini pertama, namun penggunaannya dibatasi oleh risiko kardiotoksisitas. Obat kardioprotektif digunakan sebagai mitigasi, tetapi data klinis terkait efektivitasnya di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil Left Ventricular Ejection Fraction (LVEF) pasien selama tiga tahun dan mengidentifikasi faktor klinis yang berasosiasi dengan variasi outcome antar subgrup pasien. Studi observasional dengan desain kohort retrospektif dilakukan di RS Kanker Dharmais Jakarta. Populasi studi adalah pasien kanker payudara penerima doksorubisin dan terapi kardioprotektif (ACEi, ARB, beta-blocker, dan MRA) pada periode Januari 2019-April 2025. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, dan regresi logistik. Hasil menunjukkan penurunan nilai LVEF yang bermakna secara statistik namun tidak bermakna secara klinis, dengan nilai median konsisten >53% selama tiga tahun. Tidak ditemukan perbedaan variasi outcome LVEF yang bermakna antar subgrup karakteristik klinis (p > 0,05). Namun, analisis regresi menunjukkan jumlah obat kardioprotektif berhubungan signifikan dengan penurunan LVEF (OR = 10,435), yang mengindikasikan kemungkinan adanya confounding by indication. Kesimpulannya, profil fungsi jantung pasien cenderung terjaga dalam rentang aman, namun diperlukan studi lanjutan untuk mengonfirmasi hubungan kausalitas.