digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nurul Mawaddah
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

COVER Nurul Mawaddah
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 1 Nurul Mawaddah
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 2 Nurul Mawaddah
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 3 Nurul Mawaddah
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 4 Nurul Mawaddah
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 5 Nurul Mawaddah
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

PUSTAKA Nurul Mawaddah
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

Kota Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia yang memiliki perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat diberbagai bidang dan sektor. Pembangunan fisik kota dan berdirinya pusat-pusat industri disertai melonjaknya produksi kendaraan bermotor, mengakibatkan peningkatan kepadatan lalu lintas yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya pencemaran udara di perkotaan. Salah satu zat pencemar yang berkontribusi dalam pencemaran udara di perkotaan adalah nitrogen dioksida (NO2). Dalam studi ini, analisis variasi spasial GIS dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat konsentrasi NO2 yang diukur dengan passive sampler di 47 titik lokasi DKI Jakarta berdasarkan peta tata guna lahan. Data passive sampler diperoleh dari penelitian sebelumnya. Data memberikan hasil relatif besaran yang perlu diverifikasi dengan hasil validasi yang belum dilakukan. Berdasarkan analisis spasial konsentrasi tertinggi berasal dari wilayah DKI 1 yang terpusat di Bundaran HI, sementara Kantor Camat Tanah Abang merupakan lokasi penelitian dengan data konsentrasi NO2 paling tinggi. Tingginya konsentrasi NO2 di Bundaran HI dipengaruhi oleh tata guna lahan yang didominasi oleh jalan raya dan pemukiman. Berdasarkan tata guna lahan, Konsentrasi NO2 tertinggi terjadi pada wilayah pemukiman yang tersebar di seluruh DKI Jakarta. Konsentrasi tertinggi kedua ditemukan pada area perairan tersebar di daerah Jakarta Barat. Sedangkan konsentrasi terendah terjadi di sisi Timur dan Utara Jakarta dan pinggiran kawasan Kelapa Gading yang memiliki lahan hijau. Maka, terdapat variasi NO2 yang terdistribusi secara spasial berdasarkan penggunaan lahan pada masing-masing daerah dan aktivitas di dalamnya. Berdasarkan persebaran berdasarkan musim juga menunjukkan variasi spasial di DKI Jakarta berdasarkan analisis dari meteorologinya.