digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nasya Nabila
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Nasya Nabila
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Nasya Nabila
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Nasya Nabila
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Nasya Nabila
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Nasya Nabila
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Nasya Nabila
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Nasya Nabila
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Eks TPA Jelekong di Kabupaten Bandung berpotensi menyisakan kontaminasi bawah permukaan akibat infiltrasi air lindi selama masa operasionalnya. Air lindi memiliki kandungan ion terlarut yang tinggi sehingga menurunkan nilai resistivitas tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi resistivitas bawah permukaan sebagai indikator keberadaan dan persebaran kontaminasi lapisan tanah, serta membandingkan antara dua periode pengukuran yang berbeda musim. Pengukuran dilakukan pada Desember 2025 (musim hujan) dan Juni 2026 (musim kemarau) pada lima titik pengukuran menggunakan alat TDEM dengan konfigurasi central loop pada mode 32 Hz shallow dan 32 Hz deep. Data diolah menggunakan software IXIDV3 melalui inversi satu dimensi (1D) metode Occam's inversion, kemudian disusun menjadi penampang resistivitas dua dimensi (2D) menggunakan Komputasi berbasis phyton. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan zona resistivitas sangat rendah (<5 ?m) yang diinterpretasikan sebagai lapisan tersaturasi air lindi pada seluruh titik pengukuran. Titik 5 yang berlokasi langsung di atas timbunan menunjukkan zona lindi paling dangkal (25–35 m), ketebalan terbesar (?100 m), dan resistivitas minimum 0,08 ?m, sedangkan titik- titik di sekitar eks TPA menunjukkan zona yang lebih dalam (75–100 m) dengan intensitas yang lebih rendah. Penampang 2D mengkonfirmasi bahwa kontaminasi telah menyebar lateral 300 - 450 m dari inti eks TPA. Perbandingan antara kedua periode pengukuran tidak menunjukkan perubahan nilai resistivitas yang terukur, mengkonfirmasi bahwa kontaminasi tidak ada perubahan alami dalam skala enam bulan. Distribusi kontaminasi dipengaruhi oleh karakteristik litologi satuan Andesit Waringin-Bedil Malabar Tua (Qwb), sistem aliran air tanah dari selatan ke utara mengikuti gradien topografi.