ABSTRAK Nasya Nabila
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Nasya Nabila
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Nasya Nabila
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Nasya Nabila
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Nasya Nabila
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Nasya Nabila
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Nasya Nabila
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Nasya Nabila
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Eks TPA Jelekong di Kabupaten Bandung berpotensi menyisakan kontaminasi
bawah permukaan akibat infiltrasi air lindi selama masa operasionalnya. Air lindi
memiliki kandungan ion terlarut yang tinggi sehingga menurunkan nilai
resistivitas tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi resistivitas
bawah permukaan sebagai indikator keberadaan dan persebaran kontaminasi
lapisan tanah, serta membandingkan antara dua periode pengukuran yang berbeda
musim. Pengukuran dilakukan pada Desember 2025 (musim hujan) dan Juni 2026
(musim kemarau) pada lima titik pengukuran menggunakan alat TDEM dengan
konfigurasi central loop pada mode 32 Hz shallow dan 32 Hz deep. Data diolah
menggunakan software IXIDV3 melalui inversi satu dimensi (1D) metode
Occam's inversion, kemudian disusun menjadi penampang resistivitas dua dimensi
(2D) menggunakan Komputasi berbasis phyton. Hasil penelitian menunjukkan
keberadaan zona resistivitas sangat rendah (<5 ?m) yang diinterpretasikan sebagai
lapisan tersaturasi air lindi pada seluruh titik pengukuran. Titik 5 yang berlokasi
langsung di atas timbunan menunjukkan zona lindi paling dangkal (25–35 m),
ketebalan terbesar (?100 m), dan resistivitas minimum 0,08 ?m, sedangkan titik-
titik di sekitar eks TPA menunjukkan zona yang lebih dalam (75–100 m) dengan
intensitas yang lebih rendah. Penampang 2D mengkonfirmasi bahwa kontaminasi
telah menyebar lateral 300 - 450 m dari inti eks TPA. Perbandingan antara kedua
periode pengukuran tidak menunjukkan perubahan nilai resistivitas yang terukur,
mengkonfirmasi bahwa kontaminasi tidak ada perubahan alami dalam skala enam
bulan. Distribusi kontaminasi dipengaruhi oleh karakteristik litologi satuan
Andesit Waringin-Bedil Malabar Tua (Qwb), sistem aliran air tanah dari selatan
ke utara mengikuti gradien topografi.
Perpustakaan Digital ITB