Kualitas dan produktivitas harus berjalan beriringan dalam daya saing dan Industri saat ini harus memiliki keduanya. Pasar global sangat kompetetif dan digambarkan setara dengan berlari dalam balapan yang tidak memiliki garis finish. Industri pembuatan alas kaki termasuk kedalam industri padat karya atau industri yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia dibandingkan dengan tenaga mesin dalam menjalankan prosesnya. Dalam mencapai target kualitas dan produktivitasnya industri ini menerapkan sebuah pendekatan yang berfokus pada mengurangi pemborosan dalam setiap prosesnya dengan cara meminimasi suatu proses dalam suatu pekerjaan dan mengeliminasi proses yang tidak bernilai tambah. Strategi ini termasuk dalam mengimplementasikan mesin-mesin dengan teknologi baru (lini modernisasi) dan tentu saja akan semakin berpengaruh pada manusia sebagai aset utama dalam prosesnya. Penelitian ini akan mengevaluasi beban kerja antara lini produksi konvensional dan lini produksi modernisasi dengan cara pengukuran kondisi lingkungan kerja berupa suhu, kebisingan, intensitas pencahayaan, kelelahan objektif dan kelelahan subjetif serta pengaruhnya terhadap produktivitas. Hasil penelitian pada semua lini produksi menunjukkan bahwa beban kerja lini konvensional memiliki beban kerja lebih tinggi daripada lini modernisasi. Hasil analisis faktor fisik lingkungan kerja terhadap beban kerja secara rata-rata tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hasil analisis multivariate pengaruh faktor fisik, beban kerja, kelelahan objektif dan kelelahan subjetif terhadap produktivitas menunjukkan bahwa pengaruh variabel kelelahan objektif dan kelelahan subjektif berkorelasi positif dan signifikan terhadap produktivitas.
Perpustakaan Digital ITB