digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Marsha Linda
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Marsha Linda
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Marsha Linda
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Marsha Linda
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Marsha Linda
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Marsha Linda
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Marsha Linda
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Marsha Linda
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Pemanfaatan fine bubble (FB) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui peningkatan oksigen terlarut dan menghasilkan reactive oxygen species (ROS). Namun, pengaruh fine bubble (FB) terhadap tanaman bersifat dose-dependent sehingga akumulasi ROS dan respons biokimia pada tanaman pagoda (Brassica rapa subsp. Narinosa) masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh berbagai perlakuan pass number (PN) ultrafine bubble dengan sistem hidroponik deep water culture (rakit apung) terhadap akumulasi ROS, kadar prolin, kadar klorofil, dan kadar karotenoid tanaman pagoda (Brassica rapa subsp. Narinosa). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan P0 (pagoda rakit apung dengan gelembung makro selama 24 jam), P1 (pagoda rakit apung dengan FB intensitas rendah), P2 (pagoda rakit apung dengan FB intensitas moderat), dan P3 (pagoda rakit apung dengan FB intensitas tinggi), serta diulang sebanyak empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan FB pada sistem rakit apung berpengaruh nyata terhadap akumulasi ROS, kadar prolin, kadar klorofil, dan kadar karotenoid. Kadar peningkatan akumulasi ROS tertinggi pada perlakuan P2 dan P3 dengan nilai mean grey value tertinggi pada P1. Peningkatan ROS berkorelasi dengan peningkatan kadar prolin secara nyata seiring bertambahnya pass number (PN) dari P0 (3,12 mg/tanaman) hingga P3 (8,42 mg/tanaman). Kadar klorofil total dan karotenoid menunjukkan peningkatan secara nyata pada perlakuan P1 dan P2, namun menurun pada P3. Pengukuran klorofil SPAD menunjukkan tren peningkatan pada seluruh perlakuan. Pemberian FB pada perlakuan P1 dan P2 menunjukkan nilai optimal dalam meningkatkan kualitas tanaman tanpa stres oksidatif berlebih yang mengakibatkan degradasi kualitas tanaman.