digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Winda Vellisa Virgiani
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Winda Vellisa Virgiani
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Winda Vellisa Virgiani
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Winda Vellisa Virgiani
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Winda Vellisa Virgiani
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Winda Vellisa Virgiani
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Winda Vellisa Virgiani
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Winda Vellisa Virgiani
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Akupunktur merupakan teknik pengobatan tradisional Tiongkok berupa penusukan jarum tipis pada titik tubuh yang dapat mengurangi nyeri dan menimbulkan respons relaksasi dengan ditandai oleh peningkatan aktivitas gelombang alfa otak. Aktivitas ini direkam melalui elektroensefalografi (EEG) Neurosoft-Spectrum-63 (19 kanal) dan dikuantifikasi sebagai daya puncak (peak power) pada rentang 8–13 Hz dari Power Spectral Density (PSD) melalui metode Welch yang dikalikan dengan resolusi frekuensi. Penelitian ini bertujuan membandingkan daya puncak gelombang alfa antara kelompok akupunktur dan akupunktur semu sebagai indikator relaksasi. Sebanyak 30 subjek laki-laki sehat (20–23 tahun) dibagi menjadi kelompok akupunktur (penusukan titik PC6) dan akupunktur semu (penusukan melalui polifoam) dan masing-masing 15 subjek. Analisis difokuskan pada lobus parietalis dan oksipitalis dengan ?P puncak pada parietalis akupunktur sebesar 0.284±0.273 ?V 2 dan akupunktur semu sebesar 0.169±0.228 ?V 2 , sedangkan pada oksipitalis akupunktur sebesar 0.509±0.423 ?V 2 dan akupunktur semu sebesar 0.244±0.176 ?V 2 . Hasil student’s independent-samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan baik pada lobus parietalis (p = 0.221) maupun oksipitalis (p = 0.053), meskipun nilai p oksipitalis mendekati ambang batas signifikansi konvensional (? = 0.05) dan menunjukkan kecenderungan peningkatan aktivitas alfa yang lebih besar pada kelompok akupunktur. Penelitian ini tidak menggunakan randomisasi, keberhasilan penyamaran tidak dievaluasi melalui kuesioner, dan ukuran sampel relatif kecil. Oleh karena itu, hasil yang didapatkan belum dapat disimpulkan sebagai efek spesifik akupunktur pada titik PC6.