Hiperpigmentasi kulit merupakan masalah yang dipicu oleh aktivitas berlebih dari enzim tirosinase
dalam biosintesis melanin akibat paparan sinar ultraviolet. Selain berperan dalam melanogenesis,
enzim tirosinase juga bertanggung jawab atas pencoklatan yang terjadi pada buah dan sayuran.
Pencarian inhibitor tirosinase alami yang aman dan efektif menjadi fokus penting dalam industri
kosmetik dan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak etanol daun, kulit
buah, dan perasan buah jeruk nipis (Citrus x aurantiifolia (Christm.) Swingle) serta fraksi terpilih sebagai
inhibitor enzim tirosinase secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan
etanol 96%. Ekstrak yang menunjukkan aktivitas terbaik kemudian difraksinasi menggunakan metode
ekstraksi cair-cair bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas inhibisi enzim
tirosinase dilakukan secara in vitro menggunakan metode microplate assay yang diukur absorbansinya
pada panjang gelombang 475 nm. Asam kojat digunakan sebagai kontrol positif dengan IC?? sebesar
2,806 ± 0,186 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jeruk nipis memiliki
aktivitas inhibisi tirosinase terbaik di antara ketiga ekstrak dengan persentase inhibisi 24,591 ± 0,689%
pada konsentrasi 400 µg/mL, diikuti oleh ekstrak kulit buah 15,696 ± 0,493% dan perasan buah 11,576
± 0,299%. Analisis statistik dengan uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar
kelompok ekstrak (p = 0,015). Fraksi etil asetat dari daun jeruk nipis menunjukkan aktivitas inhibisi
tirosinase terbaik dengan IC?? sebesar 251,917 ± 1,841 µg/mL dan persentase inhibisi 60,91% pada
konsentrasi 400 µg/mL. Uji Kruskal-Wallis pada data fraksi menunjukkan perbedaan signifikan antar
kelompok (p = 0,025). Analisis KLT mengindikasikan keberadaan senyawa fenolik dan flavonoid dengan
menunjukkan nilai Rf yang serupa dengan kuersetin pada ekstrak dan fraksi etil asetat. Fraksi etil asetat
memiliki kadar fenol total (8,810 ± 0,361 g GAE/100 g) dan kadar flavonoid total (2,118 ± 0,036 g QE/100
g) yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan
positif sangat kuat antara kadar fenolik dan flavonoid dengan aktivitas inhibisi tirosinase (r = 0,998 dan
0,978; p < 0,01). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi etil asetat daun jeruk nipis
mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai inhibitor enzim tirosinase, sehingga
berpotensi dikembangkan sebagai agen antitirosinase alami yang lebih aman
Perpustakaan Digital ITB