digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penyakit infeksi yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis dan Staphylococcus aureus menjadi isu kesehatan global yang memicu kasus resistensi sehingga perlu ditangani dengan agen antibakteri alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak n-heksana rimpang jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) terhadap bakteri Mycobacterium smegmatis mc2155 dan Staphylococcus aureus ATCC 6538 secara in vitro. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode refluks dengan pelarut n-heksana. Pengujian pada M. smegmatis mc2155 dilakukan menggunakan metode mikrodilusi cair berbasis Resazurin Microtiter Assay (REMA) dan checkerboard assay untuk mengevaluasi efek kombinasi ekstrak dengan isoniazid dan rifampisin. Pengujian efektivitas terhadap S. aureus ATCC 6538 dilakukan menggunakan Time-Kill Assay pada 3 konsentrasi ekstrak yang kemudian digunakan untuk menghitung penurunan log reduksi. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan ekstrak n-heksana rimpang jahe emprit mengandung senyawa golongan kuinon dan alkaloid. Pada pengujian M. smegmatis mc2155, ekstrak menunjukkan efek antibakteri pada konsentrasi 2500 ppm, namun efek kombinasi dengan obat antituberkulosis tidak dapat disimpulkan akibat invalidasi pada kontrol pengujian. Pada pengujian S. aureus ATCC 6538, ekstrak menunjukkan aktivitas bakteriostatik optimal pada konsentrasi 4000 ppm dengan menekan populasi bakteri hingga log reduksi 0,774. Ekstrak n-heksana rimpang jahe emprit tidak menunjukkan efek terhadap M. smegmatis mc2155, tetapi memiliki aktivitas bakteriostatik rendah pada S. aureus ATCC 6538.