Struktur tarif penerbangan menyematkan komponen struktural rute yang relatif stabil
di samping premi urgensi berjangka pendek, namun model prediktif sering kali
memperlakukan tarif yang diamati sebagai hasil tunggal yang tidak terdiferensiasi.
Studi ini memajukan pemahaman analitis tentang mekanisme penetapan harga
ini dengan mengembangkan kerangka regresi machine learning zona ganda yang
menguraikan kedua komponen tersebut. Memanfaatkan data platform pemesanan
yang dapat diamati secara publik, diagnostik penyimpangan harga-per-kilometer
empiris membagi cakrawala pemesanan menjadi Zona Stabil dan Zona Dinamis. Di
dalam Zona Stabil, regresor Extra Trees mengestimasi tarif batas dasar struktural
(R2 = 0.8447). Di dalam Zona Dinamis, regresor eXtreme Gradient Boosting (XGB)
memodelkan rasio markup urgensi relatif terhadap batas dasar yang diestimasi (R2 =
0.7888). Untuk mengidentifikasi penentu struktural dan temporal yang mendasari
komponen-komponen ini, kerangka kerja ini menggabungkan fitur model gravitasi
bersama dengan batasan regulasi. Divalidasi melalui studi kasus pasar penerbangan
domestik, analisis atribusi SHapley Additive exPlanations (SHAP) menunjukkan
bahwa massa struktural dan batas regulasi secara dominan mengendalikan prediksi
tarif batas dasar, sedangkan kelangkaan waktu yang ekstrem adalah pendorong
utama markup zona dinamis. Pembalikan atribusi ini memberikan dukungan empiris
terhadap keabsahan teori dekomposisi zona ganda. Terbatas oleh ketiadaan data
ketersediaan kursi dan penetapan harga pesaing, kerangka kerja ini menghasilkan
dekomposisi prediktif dari mekanisme manajemen pendapatan maskapai alih-alih
identifikasi kausal.
Perpustakaan Digital ITB