Industri tekstil, percetakan, dan pewarnaan menghasilkan limbah cair berbahaya yang mengandung zat warna sintetis, salah satunya zat warna kristal violet (KV+). Kristal violet bersifat toksik, karsinogenik, mutagenik, dan persisten di lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap organisme akuatik dan kesehatan manusia. Adsorpsi merupakan teknik yang efektif, sederhana, dan tidak menghasilkan senyawa berbahaya untuk mengolah air limbah yang tercemar zat warna. Pada penelitian ini, kalsium oksida (CaO) yang disintesis melalui pendekatan sintesis hijau menggunakan ekstrak daun murbei dikombinasikan dengan kalsium alginat sebagai penambah ikatan silang untuk adsorpsi kristal violet. Kalsium oksida dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRD dan PSA. Spektrum FTIR menunjukkan puncak vibrasi khas CaO pada bilangan gelombang 876 cm–1, karakterisasi XRD menunjukkan pola difraksi karakteristik CaO dengan kemurnian 95,36%, dan PSA menunjukkan ukuran partikel CaO 300,5 nm. Komposisi optimum adsorben komposit diperoleh pada perbandingan (%b/v) 4 alginat : 2 CaCl2 : 0,4 CaO. Adsorben dikarakterisasi menggunakan FTIR dan SEM. Spektrum FTIR sebelum dan setelah
adsorpsi menunjukkan pergeseran pita serapan hidroksil (3447 cm–1 ? 3437 cm–1), dan karboksil (1611 cm–1 ? 1605 cm–1 dan 1441 cm–1 ? 1427 cm–1), yang mengindikasikan
adanya interaksi antara gugus fungsi pada permukaan adsorben dengan KV+. Karakterisasi
SEM menunjukkan permukaan adsorben menjadi lebih halus setelah kontak dengan KV+. Adsorpsi kristal violet menggunakan adsorben komposit berbasis Ca-alginat mencapai kondisi optimum pada pH 4, massa adsorben 0,3 g, dan waktu kontak 180 menit. Proses adsorpsi mengikuti kinetika orde satu semu dan model isoterm Langmuir dengan qmaks sebesar 12,81 mg/g pada suhu 333 K. Proses adsorpsi KV+ oleh adsorben komposit berbasis Ca-alginat bersifat endotermik (?H° = 10,31 kJ/mol), berlangsung
spontan (?G° 333K = ?33,02 kJ/mol) dan disertai peningkatan entropi sistem
(?S° = 130,14 J/mol.K). Larutan etanol mendesorpsi KV+ dengan lebih baik dibandingkan
larutan asam.
Perpustakaan Digital ITB