digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Bagi ekosistem keuangan digital, pemahaman mengenai penerimaan teknologi pada kelompok digital immigrants sangat penting untuk mendorong inklusi finansial. Saat ini, kajian pembayaran digital di Indonesia masih berfokus pada generasi muda, sehingga Generasi X kurang diteliti meskipun memiliki daya beli tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong perilaku dan hambatan fungsional yang memengaruhi Generasi X dalam mengadopsi QRIS di Bandung. Mengintegrasikan teori UTAUT dan Innovation Resistance Theory, data dihimpun dari 251 pengguna aktif Generasi X dan dianalisis menggunakan PLS-SEM serta Multi-Group Analysis pada ekosistem dompet digital utama (GoPay dan OVO). Hasil analisis menunjukkan bahwa Social Influence menjadi pendorong utama adopsi, diikuti oleh Performance Expectancy dan Effort Expectancy. Sebaliknya, Perceived Risk dan Complexity tidak berpengaruh signifikan, serta tidak ditemukan perbedaan struktural signifikan antara pengguna GoPay dan OVO. Oleh karena itu, penyedia layanan disarankan memprioritaskan pendekatan berbasis pengaruh sosial komunitas dan kepraktisan transaksi untuk menjaga retensi pengguna usia matang Keywords: Generasi X, QRIS, Dompet Digital, GoPay, OVO, UTAUT, IRT, PLS-SEM, Bandung